Almarhum Karel Gwijangge, S.IP, Wakil Ketua II DPRK Mimika. (Foto – Istimewa).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Marianus Maknaepeku, tokoh masyarakat Suku Kamoro Kabupaten Mimika, merasa sangat kehilangan atas kepergian sahabatnya, Karel Gwijangge, S.IP.

Karel Gwijangge, yang berusia 55 tahun, masih aktif sebagai Anggota DPRK Mimika periode 2024–2029. Ia tutup usia dengan damai di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, pada Sabtu dini hari, 5 September 2026, sekitar pukul 03.45 WIT.

Politisi senior PDI Perjuangan ini juga mendapat amanat sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika. Pada pesta demokrasi Pileg 2024, ia maju dari Dapil 4 meliputi wilayah Distrik Wania. Sesuai data penetapan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Karel Gwijangge meraih 1.253 suara sah.

Di tengah menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, ia jatuh sakit hingga akhirnya maut menjemputnya.

Selama hidupnya, almarhum tentu meninggalkan banyak kesan, pesan, dan pengalaman berharga bagi sahabat, kenalan, serta keluarga tercinta.

Marianus Maknaepeku mengenang Karel Gwijangge sebagai sosok pribadi yang ulet dan luar biasa. Ini dibuktikan almarhum hampir lima periode berhasil mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat di ruang DPRD Mimika.

Namun, sebelum terjun ke dunia politik praktis, Marianus bersama almarhum terlebih dahulu mengawali karier dengan bekerja di Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian (LPMI), yang sekarang berubah nama menjadi Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), selama kurang lebih satu tahun. Saat itu, LPMI dinakhodai almarhum Yoseph Yopi Kilangin.

Ketika itu, Karel Gwijangge menjabat sebagai Kepala Unit Mimika Timur, sementara Marianus menjabat sebagai Kepala Unit wilayah Distrik Mimika Barat dengan pos pelayanan di Potowaiburu.

Marianus menjalankan program pembangunan rumah untuk masyarakat di lima kampung. Sementara Karel Gwijangge juga menjalankan program serupa, yakni pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kamoro dan lima suku kekerabatan di wilayah Mimika Timur.

Setelah enam bulan menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan, mereka kembali berkumpul di Kantor LPMI untuk membahas dan mengevaluasi setiap program yang telah dibuat.

Selain menjalankan tugas rutin di wilayah pelayanan masing-masing, Marianus juga mengenang almarhum sebagai salah satu tokoh yang turut menggagas lahirnya Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Kala itu, Bosco Pogolamun menjabat sebagai bendahara umum LPMI.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.