Perempuan Pengusaha Papua Mimika membakar ban bekas di depan Kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Mimika pada Selasa 12 Mei 2026. (Foto – Istimewa).

 

Timika,papuaglobalnews.com- Suasana di depan Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Mimika mendadak memanas pagi ini, Selasa 12 Mei 2026. Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Perempuan Pengusaha Papua melakukan aksi membakar ban bekas tepat di pintu masuk kantor dinas sebagai bentuk protes atas sikap Kepala Dinas yang dianggap sengaja menghindar dari aspirasi mereka.

Aksi ini akibat kekecewaan yang sudah menumpuk lama yang dipicu oleh rasa frustrasi para pengusaha perempuan asli Papua yang telah berulang kali datang untuk melakukan audiensi, namun tidak pernah membuahkan hasil.

Setiap kali datang, mereka selalu menerima alasan klasik dari para staf bahwa Kepala Dinas sedang tidak berada di tempat atau sedang keluar menjalankan tugas dinas.

“Kami sudah sekian kali datang dengan cara baik-baik untuk menghadap, tetapi alasannya selalu sama,sedang keluar,” ujar beberapa perempuan pengusaha Papua ini.

“Hal ini benar-benar memancing amarah kami. Kepala Dinas ada itu untuk melayani semua pihak, bukan lari-lari dari tanggung jawab,” tegas salah satu ibu yang ikut dalam aksi protes tersebut.

Tuntutan Transparansi dan Keberpihakan

Para perempuan pengusaha ini datang untuk menuntut kejelasan mengenai distribusi proyek perumahan yang bersumber dari Dana Otsus, yang dinilai masih jauh dari kata adil bagi pengusaha lokal. Sebelumnya, dugaan adanya praktik monopoli dan skandal proyek di dinas ini memang sempat menjadi sorotan lembaga legislatif dan organisasi mahasiswa di Mimika.

Asap hitam dari ban yang terbakar membubung tinggi di area kantor, menjadi simbol perlawanan terhadap sistem birokrasi yang dianggap tertutup. Ibu-ibu ini menegaskan tidak akan beranjak hingga Kepala Dinas menemui mereka secara langsung untuk memberikan jawaban pasti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Perumahan terkait aksi tersebut.

Situasi di lokasi masih dipantau oleh aparat keamanan setempat guna memastikan aksi tidak berujung pada kerusakan fasilitas umum yang lebih luas. (DIANU OMALENG). **