Kementerian Pertanian Siap Cetak 7.000 Hektar Sawah di Mimika
Ia kembali menjelaskan bahwa 7.000 hektar cetak sawah tersebut merupakan alokasi untuk masyarakat Papua Barat Daya. Namun, setelah dilakukan desain, program tersebut ditolak masyarakat setempat sehingga kemudian dipindahkan ke Mimika.
Dalam Rakor tersebut, lanjut Haris, Dirjen Perluasan Areal meminta dirinya segera kembali ke Timika dan memastikan kepada masyarakat agar tidak ada penolakan, mengingat dalam waktu dekat anggaran program segera disalurkan. Program tersebut diharapkan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat petani sendiri.
Menindaklanjuti hasil Rakor itu, Haris bersama tim telah turun ke lapangan untuk bertemu dengan para petani guna menyosialisasikan PSN 7.000 hektar cetak sawah sekaligus memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sementara untuk fasilitas alat berat berupa excavator akan disediakan oleh kontraktor pemenang tender dari Pemerintah Pusat.
Ia mengungkapkan, dalam penataan PSN 7.000 hektar cetak sawah tersebut, DTPHP didampingi Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam proses pembuatan desain.
Menurutnya, salah satu syarat utama dalam mencetak sawah adalah ketersediaan sumber air.
Kabupaten Mimika, kata Haris, dari sisi persyaratan sangat memenuhi. Berdasarkan hasil desain Tim ITS Surabaya, meskipun tanpa irigasi, dari sisi ketersediaan air dinilai mencukupi dan dapat berasal dari tadah hujan.
Namun, tetap diperlukan dukungan irigasi dan sirkulasi air agar lahan sawah tidak tergenang, sehingga tidak terjadi keasaman tanah maupun pembusukan akar tanaman.
Ia menambahkan, saat ini Tim ITS Surabaya masih melanjutkan desain untuk 7.000 hektar cetak sawah tahap kedua sesuai permintaan masyarakat Papua dalam kegiatan Pekan Nasional (Penas) di Gorontalo beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh petani dari Mimika dikumpulkan di hadapan Menteri Pertanian dan ditanya satu per satu. Para petani Mimika terutama Orang Asli Papua (OAP) kemudian meminta pemerintah menambah program pencetakan sawah sebanyak 7.000 hektar lagi.
Desain tambahan tersebut dibuat untuk menindaklanjuti permintaan para petani sendiri.
Haris mengatakan, dengan adanya penambahan desain tersebut, ke depan akan terdapat 14.000 hektar sawah yang akan dicetak di Kabupaten Mimika.
Ia memastikan mulai tahun ini 7.000 hektar sawah sudah dapat dijalankan. Sementara usulan tambahan 7.000 hektar yang telah disetujui Kementerian Pertanian dan kini masih dalam proses desain oleh pihak ITS Surabaya selaku koordinator, diperkirakan akan dilaksanakan pada tahun 2027.
Untuk PSN cetak sawah tahap pertama ini, Haris bersama tim desain telah melaporkan rencana tersebut kepada Bupati Mimika Johannes Rettob.
Atas laporan tersebut, lanjut Haris, Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan sambutan positif serta dukungan yang kuat dalam bentuk surat pernyataan.
Jenis padi yang akan ditanam nantinya disesuaikan dengan jenis padi yang selama ini dibudidayakan oleh petani Mimika.
Di akhir penjelasan, Haris kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menolak program PSN cetak sawah tersebut. Sebab, apabila terjadi penolakan, program tersebut dapat dialihkan ke daerah lain yang siap menerima. **



