Masyarakat terpaksa dorong perahu dari Kampung Kiliarma sampai Kampung Fakapuku baru bisa lanjut perjanan ke Timika.

Arianus berharap pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait perlu mencari solusi memprogramkan tanggap darurat yakni pembersihan area sungai pemotongan bentangan kayu dan tempat yang datar bisa gali dengan alat berat dan penambahan jadwal pesawat yang selama ini dua kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Arianus juga mengakui selain masalah dangkalnya sungai dan kali akibat kemerau panjang masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi karena sumur semua kering.

“Kami harap hal-hal ini perlu dinas terkait respons dengan berikan bantuan,” harap Arianus. **