Perahu milik masyarakat Agimuga saat berada di pinggir Sungai Cemara tanpa beraktivitas karena kondisi air yang surut, Kamis 20 Agustus 2026. (Foto – Istimewa/papuaglobalnews.com).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Perubahan iklim kemerau panjang hampir tiga bulan sejak Juni, Juli hingga memasuki minggu terakhir Agustus 2026 sangat dirasakan masyarakat di wilayah Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika Papua Tengah. Saat ini Sungai Cemara dan Kali Kopi yang menjadi nadi sarana melancarkan arus lalulintas transportasi air mengalami kesulitan.

Plt. Kepala Distrik Agimuga Ir. Arianus Katagame, S.Pt., M.Pt menginformasikan dampak kemarau panjang kurang lebih memasuki tiga bulan berdampak Sungai Cemara dan Kali Kopi debit airnya terus menurun nyaris kering hanya setinggi batas lutut orang dewasa.

Surutnya air ini menjadi kesulitan transportasi sungai tidak bisa berjalan normal seperti sebelumnya.

Masyarakat terpaksa dorong perahu dari Kampung Kiliarma sampai Kampung Fakapuku baru bisa lanjut perjanan ke Timika.

Arianus berharap pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait perlu mencari solusi memprogramkan tanggap darurat yakni pembersihan area sungai pemotongan bentangan kayu dan tempat yang datar bisa gali dengan alat berat dan penambahan jadwal pesawat yang selama ini dua kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Arianus juga mengakui selain masalah dangkalnya sungai dan kali akibat kemerau panjang masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi karena sumur semua kering.

“Kami harap hal-hal ini perlu dinas terkait respons dengan berikan bantuan,” harap Arianus. **