Selain itu, sebanyak 226 orang mengikuti pemeriksaan HIV dan sifilis. Hasil screening menunjukkan terdapat tiga orang yang terkonfirmasi positif sifilis, sementara yang lain tidak ditemukan kasus HIV positif dari peserta yang diperiksa.

Pemeriksaan TBC, kusta, dan frambusia juga dilakukan terhadap 286 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan dua orang yang menunjukkan gejala TBC dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan diagnosis serta mendapatkan penanganan yang sesuai.

Sementara itu, pada pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM), sebanyak 61 orang menjalani Deteksi Dini Risiko (DDR) untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan. Kemudian sebanyak 60 orang lainnya mengikuti pemeriksaan asam urat dan kolesterol sebagai bagian dari upaya pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular.

Linus menegaskan bahwa kegiatan screening terpadu merupakan salah satu strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dalam memperkuat pengendalian penyakit melalui pendekatan promotif dan preventif.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan deteksi dini, penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif,” tutupnya. **