Ia berharap seluruh rangkaian retret dari awal hingga akhir dapat berjalan lancar sehingga setiap peserta yang datang dengan berbagai pergumulan, luka batin, maupun beban kehidupan dapat mengalami pemulihan dan kesembuhan rohani.

Menurutnya, setelah mengikuti retret selama tiga hari, para peserta diharapkan pulang dengan membawa perubahan hidup yang nyata, memperoleh sesuatu yang bernilai dan berharga, serta dipenuhi sukacita dalam menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.

Demianus juga bersyukur karena panitia berhasil menghadirkan seorang dosen dari STT Waterpauw Nabire sebagai narasumber yang membawakan seminar bertema “Pemuda sebagai Agen Perubahan.”

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sesuai perannya masing-masing demi menyukseskan pelaksanaan retret tersebut.

Demianus berharap melalui kegiatan ini setiap jiwa mengalami perubahan hidup yang besar sehingga memperoleh keselamatan, baik selama hidup di dunia maupun kelak di surga.

Sementara itu, Ketua Panitia Retret, Sepanya Pigai, mengatakan panitia dibentuk pada Oktober 2025. Setelah dilantik, panitia sempat menghentikan sementara aktivitas karena fokus mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Memasuki awal tahun 2026, panitia kembali bergerak dengan melaksanakan berbagai kegiatan kepemudaan, baik perlombaan internal maupun kegiatan di luar gereja, sebagai rangkaian persiapan menyukseskan retret.

Menurut Sepanya, retret ini merupakan program Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika yang bertujuan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah serta membangun iman Kristen para pemuda.

Melalui retret ini, para peserta diharapkan dapat mengalami penyegaran rohani, memulihkan jiwa-jiwa yang lemah, serta mempersiapkan diri menerima kekuatan dari Allah melalui Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Ia mengatakan tujuan tersebut sejalan dengan tema kegiatan, “Pemuda Bangkit Merebut Bumi dan Surga.” Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai seminar dan pembinaan yang diharapkan mampu memberikan semangat, motivasi, serta memperkuat iman kaum muda dalam menjalani kehidupan sebagai generasi penerus gereja. **