Ini Harapan Ketua Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika dan Ketua Panitia Retret bagi Pemuda
Timika,papuaglobalnews.com – Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika melalui panitia tengah melaksanakan retret kerohanian selama tiga hari, Rabu-Jumat (8-10 Juli 2026). Retret yang melibatkan pemuda dan pemudi Kingmi se-Klasis Mimika ini dipusatkan di Gereja Kingmi Jemaat Bahtera, Jalan C. Heatubun, Timika.
Melalui kegiatan tersebut, Ketua Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika, Ev. Demianus Enia, dan Ketua Panitia, Sepanya Pigai, menaruh harapan besar agar terjadi perubahan yang mendasar dalam kehidupan kaum muda Kingmi.
Demianus Enia mengungkapkan, sejak dirinya dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Biro Pelayanan Pemuda, ia telah merancang berbagai program pembinaan bagi generasi muda. Sebelum retret ini dilaksanakan, pihaknya telah menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) serta Cerdas Cermat Alkitab (CCA).
Menurutnya, melalui rangkaian KKR dan CCA tersebut telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Sekitar 50 jiwa, baik dari kalangan pemuda Kingmi, umat Katolik maupun berbagai denominasi gereja lainnya yang sebelumnya terjerumus dalam kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kini telah mengalami pertobatan.
Ia mengaku bangga karena banyak di antara mereka yang kini kembali aktif membangun kehidupan rohani dan turut ambil bagian dalam retret tersebut.
“Kita harus bersyukur kepada Tuhan. Segala sesuatu, rencana Tuhan selalu indah pada waktunya,” katanya mengutip Kitab Pengkhotbah.
Sebagai Ketua Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika, Demianus berharap retret selama tiga hari ini mampu menghadirkan perubahan yang lebih besar lagi bagi kaum muda.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kehadiran pemerintah melalui Staf Ahli Bupati yang membuka kegiatan ini merupakan yang pertama kali dari sekian banyak kegiatan yang kami laksanakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Demianus mengungkapkan masa baktinya sebagai Ketua Biro Pelayanan Pemuda Kingmi akan berakhir pada tahun 2027. Karena itu, ia berharap program-program pembinaan seperti retret dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
Ia mengakui selama ini Biro Pelayanan Pemuda telah melaksanakan berbagai kegiatan bagi kaum muda, meskipun dengan kemampuan dan fasilitas yang sederhana.
Ia berharap seluruh rangkaian retret dari awal hingga akhir dapat berjalan lancar sehingga setiap peserta yang datang dengan berbagai pergumulan, luka batin, maupun beban kehidupan dapat mengalami pemulihan dan kesembuhan rohani.
Menurutnya, setelah mengikuti retret selama tiga hari, para peserta diharapkan pulang dengan membawa perubahan hidup yang nyata, memperoleh sesuatu yang bernilai dan berharga, serta dipenuhi sukacita dalam menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
Demianus juga bersyukur karena panitia berhasil menghadirkan seorang dosen dari STT Waterpauw Nabire sebagai narasumber yang membawakan seminar bertema “Pemuda sebagai Agen Perubahan.”
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sesuai perannya masing-masing demi menyukseskan pelaksanaan retret tersebut.
Demianus berharap melalui kegiatan ini setiap jiwa mengalami perubahan hidup yang besar sehingga memperoleh keselamatan, baik selama hidup di dunia maupun kelak di surga.
Sementara itu, Ketua Panitia Retret, Sepanya Pigai, mengatakan panitia dibentuk pada Oktober 2025. Setelah dilantik, panitia sempat menghentikan sementara aktivitas karena fokus mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru.
Memasuki awal tahun 2026, panitia kembali bergerak dengan melaksanakan berbagai kegiatan kepemudaan, baik perlombaan internal maupun kegiatan di luar gereja, sebagai rangkaian persiapan menyukseskan retret.
Menurut Sepanya, retret ini merupakan program Biro Pelayanan Pemuda Kingmi Klasis Mimika yang bertujuan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah serta membangun iman Kristen para pemuda.
Melalui retret ini, para peserta diharapkan dapat mengalami penyegaran rohani, memulihkan jiwa-jiwa yang lemah, serta mempersiapkan diri menerima kekuatan dari Allah melalui Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Ia mengatakan tujuan tersebut sejalan dengan tema kegiatan, “Pemuda Bangkit Merebut Bumi dan Surga.” Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai seminar dan pembinaan yang diharapkan mampu memberikan semangat, motivasi, serta memperkuat iman kaum muda dalam menjalani kehidupan sebagai generasi penerus gereja. **













