Dervis menghargai langkah pemerintah dan pihak terkait yang telah merespons persoalan tersebut secara langsung. Setelah melihat dan memahami kondisi pelayanan petugas SPBU di lapangan.

“Saya menyadari bahwa persoalan tersebut perlu disikapi dengan lebih bijaksana dan tidak diperbesar menjadi kesalahpahaman,” harap Dervis.

Dervis dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPBU Sempan Timika dan seluruh petugas yang bertugas atas ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut maupun atas penyampaian keluhan yang mungkin menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya juga berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara petugas dan masyarakat sebagai konsumen dapat semakin baik, sehingga pelayanan BBM di Timika dapat berjalan dengan aman, tertib, dan saling menghargai,” katanya.

Dervis juga menyampaikan  dirinya tidak bisa hadir bersama petugas dan pihak SPBU Sempan dalam meluruskan persoal tersebut karena masih ada kesibukan dan belum ada waktu kosong.

“Dengan ini mohon maaf. Demikian klarifikasi dan permohonan maaf ini saya sampaikan dengan tulus. Tidak ada maksud untuk menjatuhkan nama baik pihak SPBU maupun pribadi petugas. Kiranya persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi bersama. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” tutup Dervis. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.