Sementara saksi lain, berinisial V. N  menceritakan Jumat kemarin hingga malam hari, korban bersama temannya lima orang lagi duduk mengonsumsi minuman beralkohol.

Awalnya, mereka duduk minum di sebuah pondok berada di depan Gudang Sampoerna dan kembali pindah ke pondok yang berada di depan rumahnya.

“Sekitar pukul 02.00 WIT saya sempat melihat korban bersama teman-temannya masih minum. Tak lama saya masuk kembali kembali dalam rumah,” tuturnya.

Sekitar pukul 03.40 WIT, saksi  mendengar suara keributan berasal dari arah depan rumahnya.

Sementara saksi G menuturkan pada Jumat 11 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIT ketika dirinya melintas depan Gudang Sampoerna, tepatnya di sebuah pondok menuju ke sekolah melihat korban bersama tiga orang lainnya sedang duduk mengonsumsi minuman beralkohol di pondok tersebut. Sampai pukul 17.00 WIT korban masih terlihat bersama tiga orang temannya mengonsumsi minuman beralkohol.

Sementara berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh seorang warga dalam rekaman suara yang beredar di whatsapp grup menyampaikan korban bernama Yance Yatipai. Korban diduga dibunuh. Rumah korban dari arah Timika letaknya jalur 2 kiri.

Ia juga mengaku mengenal baik korban karena dulu sama-sama tinggal di SP2.

Hingga berita ini dipublis polisi masih memburu pelaku sehingga belum diketahui apa motif dari kejadian tersebut. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.