Dukung Program Kampung Nelayan dan Cari Solusi Aset PPI Pomako, John NR Gobai Hearing Bersama Stakeholders di Mimika
“Dari kegiatan ini, masyarakat dan semua pihak bisa memahami bahwa program ini adalah kebutuhan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, DPR Papua Tengah bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan Peraturan Daerah tentang pemberdayaan masyarakat nelayan Orang Asli Papua, yang dalam waktu dekat akan didorong ke Kementerian Dalam Negeri untuk proses fasilitasi.
Selain itu, dirinya juga telah mendampingi tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan survei di 15 titik calon lokasi kampung nelayan di Nabire.
Hearing di Timika ini, lanjutnya, bertujuan untuk memastikan jumlah lokasi yang telah disurvei oleh Dinas Perikanan di Kabupaten Mimika.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, John menilai kawasan Pomako menjadi lokasi paling siap untuk pengembangan kampung nelayan, terutama dari sisi ketersediaan energi dan akses distribusi. Sementara wilayah lain di luar Pomako masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Ia menegaskan, kegiatan hearing ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerjanya sebelumnya, yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama PT Freeport Indonesia, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah, serta Dinas Koperasi dan UMKM Mimika.
Dari pertemuan tersebut, kata John, akan dihasilkan sejumlah kesepakatan bersama yang akan ditindaklanjuti.
John menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat pesisir agar potensi “emas biru” benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan nelayan lokal.
Ia juga menegaskan penolakannya terhadap praktik eksploitasi sumber daya laut oleh pihak luar.
“Kekayaan laut Mimika tidak boleh hanya dinikmati oleh nelayan dari luar daerah. Mafia di laut harus ditindak tegas,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pengelolaan distribusi BBM bagi nelayan dapat diserahkan kepada masyarakat lokal.
“Jika bisnis BBM bisa dikelola oleh nelayan lokal, maka berikan kepada mereka,” tegasnya.
Sebagai penutup, John menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas Kampung Nelayan di Pomako dapat difokuskan di sekitar Jembatan Dua, mengingat kawasan tersebut telah memiliki komunitas nelayan.
“Pembangunan ini murni untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat nelayan,” pungkasnya. **






