DPMPTSP Mimika Data Potensi Wisata di Kampung Ipaya
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika melalui Bidang Promosi turun lapangan mendata potensi wisata di Kampung Ipaya, Distrik Amar, Kabupaten Mimika Papua Tengah.
Tim yang dimpimpin langsung Marselino Mameyao, Kepala DPMPTSP didampingi Fransiska P. Peni Lein, Sekretaris DPMPTSP tiba di Ipaya setelah menempuh perjalanan menggunakan johnson dari Pomako selama dua jam mulai pukul 7.30-9.35 WIT pada Selasa pagi 29 September 2026.
Marselino menjelaskan setiba di Ipaya setelah beristirahat sejenak, tim promosi langsung menemui tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh perempuan serta pemuda di Balai Kampung Paripi.

Dalam pendataan ini, tim juga membagikan lembaran angket IPRO sektor wisata Kawasan Ipaya, Distrik Amar Kabupaten Mimika Papua Tengah berkaitan dengan identifikasi awal potensi dan kesiapan investor pariwisata lokal Kampung Ipaya.
Dalam angket berisikan kurang lebih 61 pertanyaan mengenai potensi wisata utama diantaranya hutan mangrove, muara sungai, spot memancing dan sunrise/sunset point.
Selain itu tentang produk kerajinan atau kuliner khas, jumlah kunjungan terbanyak pada bulan apa, kondisi akses jalan menuju lokasi, flora atau fauna khas yang dilindungi, musim terbaik untuk kunjungan wisata.
Kemudian wisata budaya Suku Kamoro tentang ukiran, ribual adat pesisir, tarian tradisional, tradisi adat laut, cerita rakyat dan rumah adat, budaya buatan dan lain-lain.
Kunjungan pendataan potensi wisata ini bagian penting sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika membangun dari kampung ke kota dengan tujuan pemerataan pembangunan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika ini mengungkapkan dengan data potensi wisata yang dimiliki Bidang Promosi DPMPTSP ini dapat digunakan untuk dijual kepada investor pada setiap mengikuti ivent expo pameran yang diselenggaran Pemerintah Pusat di Batam dan Bali pada tahun 2027 mendatang.
Lewat pameran expo ini selain memperkenalkan kekayaan wisata bahari dan budaya di Timika dengan satu harapan ada investor yang mau datang menginvestasikan modalnya di Mimika dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya kearifan lokal setempat.
“Kita sudah beberapa kali ikut pameran expo di Batam, Bandung, Jogja dan Jakarta. Pendataan potensi kekayaan wisata wilayah pesisir ini sesuai program kepala daerah,” jelas Marselino melalui sambungan telepon selulernya dari Ipaya, Selasa malam 29 September 2026.
Ia mengakui sesuai hasil diskusi dan pendataan, warga setempat menyambut baik bahkan sedang menunggu kapan investor datang mengembangkan potensi wisata bahari dan budaya Kamoro. Bahkan sebagai bentuk komitmen dan dukungan masyarakat telah menyerahkan pernyataan sikap kepada pemerintah kabupaten.
Ia mengakui tugas DPMPTSP hanya sebatas mendata untuk memperkenalkan atau menjual kepada investor untuk dikelola. Namun berkaitan dengan dukungan pengembangan pariwisata tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang paling berperan besar ada pada Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Mimika.
Ia meyakini jika OPD teknis bergerak cepat menterjemahkan visi dan misi kepala daerah, Ipaya bisa lebih maju dari sisi pengelolaan pariwisatanya.
Sebab, masyarakat setempat selain siap menerima investor masuk juga telah menyerahkan pantai Ipaya kepada Bupati Mimika supaya dikembangkan sesuai kebutuhan investor.
“Saat ini masyarakat tiga kampung Ipaya sinonim dari Kampung Ipiri, Paripi dan Yaraya lagi menunggu kapan potensi ini dikembangkan,” jelasnya.
Dalam mengembangkan wisata di Ipaya sebut Marselino butuh kolaborasi lintas sektor diantaranya Dinas Perhubungan (Dishub) berkaitan dengan penyediaan transportasi laut, tarif, Disbudparekraf, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berkaitan dengan ketersediaan fasilitas penunjang seperti air bersih dan jalan. Sementara dari sisi akses komunikasi tidak ada kendala karena saat ini jaringan sangat kuat. Sedangkan penerangan saat ini masyarakat masih menggunakan sollar sel atau tenaga surya.
Keberadaan Ipaya berhadapan langsung dengan Laut Arafura memiliki pasir putih dengan airnya jernih. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















