Dinkes Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pemanfaatan Buku KIA, PD3I dan MTBS
Selain itu, kader mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini dan pelaporan PD3I, pneumonia, serta diare pada bayi dan balita. Kemampuan mengenali kondisi tersebut dinilai penting untuk membantu mempercepat penanganan anak yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.
Pelatihan juga mencakup penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Kader diharapkan mampu memahami tanda-tanda bahaya pada balita serta memberikan informasi yang tepat kepada orangtua atau pengasuh sebelum anak mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Linus juga menekankan pentingnya kemampuan kader dalam memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kader, tetapi perlu diteruskan kepada keluarga dan masyarakat melalui kegiatan Posyandu.
Pelatihan tersebut mendapat dukungan dari CORE Group Partners Project (CGPP) yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI). Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran kader Posyandu dalam upaya promotif dan preventif serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bayi dan balita di Mimika. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















