Namun fakta yang dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain persoalan keterbatasan akses layanan kesehatan, stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV juga dinilai masih menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan kasus tersebut.

“Karena itu, kegiatan evaluasi ini juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dari fasilitas pelayanan kesehatan dan mitra agar program yang dijalankan ke depan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Linus mengungkapkan kegiatan evaluasi diikuti peserta dari rumah sakit dan sejumlah puskesmas di Kabupaten Mimika. Dalam forum itu, masing-masing fasilitas kesehatan memaparkan capaian layanan HIV-AIDS dan IMS, termasuk berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program.

Selain pemaparan capaian layanan, kegiatan juga diisi dengan pembahasan strategi tindak lanjut dan penguatan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Kabupaten Mimika. **