Namun fakta yang dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain persoalan keterbatasan akses layanan kesehatan, stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV juga dinilai masih menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan kasus tersebut.

“Karena itu, kegiatan evaluasi ini juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dari fasilitas pelayanan kesehatan dan mitra agar program yang dijalankan ke depan semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Linus mengungkapkan kegiatan evaluasi diikuti peserta dari rumah sakit dan sejumlah puskesmas di Kabupaten Mimika. Dalam forum itu, masing-masing fasilitas kesehatan memaparkan capaian layanan HIV-AIDS dan IMS, termasuk berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program.

Selain pemaparan capaian layanan, kegiatan juga diisi dengan pembahasan strategi tindak lanjut dan penguatan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Kabupaten Mimika. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.