Delapan Tahun Vakum, Kini Layanan Kesehatan di Puskesmas Arwanop Kembali Beroperasi
Timika,papuaglobalnews.com – Doa dan harapan masyarakat Arwanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika Papua Tengah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan setelah delapan tahun tanpa pelayanan kini terkabul. Terhentinya pelayanan kesehatan tersebut sejak tahun 2018 pasca terjadi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap aparat TNI yang mengakibatkan gedung sekolah dibakar, rumah dinas dan puskesmas dirusaki. Adanya gangguan keamanan tersebut petugas kesehatan serta guru ditarik melaksanakan tugas di wilayah Kota Timika.
Namun pada tanggal 20 Agustus 2025, Bupati Mimika Johannes Rettob mengeluarkan Surat Keputusan (SK) menunjuk Fransiska Tekege sebagai Plt. Kepala Puskesmas Arwanop. Fransiska ditunjuk menjadi Plt. Kapus Arwanop setelah mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika.
Dengan kepercayaan yang diberikan itu, Fransiska pada tanggal 23 Agustus 2025 mengirim tim negosiator berangkat terlebih dahulu menggunakan helicopter bertemu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan penjaga dusun. Setelah semua sudah dipastikan aman, Fransiska bersama enam tim kesehatan di hari yang sama mengikuti penerbangan kedua menggunakan helicopter menuju Arwanop turun di Kampung Oponi.
Setiba di Kampung Oponi, tanpa disangka masyarakat sudah menunggunya dengan persiapan bakar batu.
“Karena mereka merasa senang dari sekian tahun tidak mendapatkan hak pelayanan kesehatan. Dan mereka harus bangun pagi star dari jam enam pagi jalan kaki tiba di Banti jam lima sore untuk dapat pelayanan kesehatan,” papar Fransiska kepada papuaglobalnews.com di sela-sela menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di BLUD Puskesmas Karang Senang, Rabu 12 November 2025.
Fransiska menjelaskan sebelum makan bersama bakar batu, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala suku besar, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh agama (Pendeta) dan penjaga dusun, kepala kampung, PTFI dan TNI bersama-sama menandatangani pernyataan sikap, kesepakatan dan komitmen dalam menjaga keamanan bagi tim medis yang bertugas di Puskesmas Arwanop pada spanduk yang sudah disiapkan.
Kepada masyarakat setempat, Fransiska menyampaikan layanan kesehatan akan kembali dibuka dengan satu syarat masyarakat setempat harus memberikan jaminan keamanan kepada tenaga kesehatan yang bertugas supaya dapat betah tinggal melayani masyarakat. Dengan penandatanganan pernyataan sikap ini semua sudah sepakat bersama-sama menjaga keamanan di wilayah tersebut. Spanduk pernyataan sikap ini juga ditandatangani oleh Reynold Rizal Ubra selaku Kepala Dinas Kesehatan.
Ia menambahkan saat ini bangunan Puskesmas lama yang cukup besar sudah dialih fungksikan untuk Sekolah Teologia Pertama.
“Gedung tersebut kita tidak lagi pakai tetap digunakan untuk Sekolah Alkibat,” tuturnya.
Fransiska juga sudah melaporkan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Kepala Dinas Kesehatan terkait kondisi di lapangan.
Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Fransiska, Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan sudah merespon untuk dibangun kembali gedung Puskesmas induk pada tahun 2026 mendatang.
Namun, ia bersyukur saat ini Dinas Kesehatan sementara membangun rumah tinggal bagi petugas di tempat yang lama dan direncanakan Desember 2025 sudah rampung untuk ditempati.
Sedangkan untuk tempat pelayanan kesehatan, Fransiska menyewa salah satu bangunan milik masyarakat untuk dijadikan klinik sementara.
Ia menyampaikan sebagai bentuk komitmen masyarakat setempat menyerahkan lahan secara suka rela untuk dibangun gedung Puskesmas Arwanop yang baru letaknya berdekatan dengan SD Inpres Arwanop.
Ia memastikan petugas kesehatan sudah standby melayani masyarakat Arwanop sejak 23 Agustus 2025 lalu hingga saat ini.
Selain melayani masyarakat yang datang di klinik, Fransiska juga sudah umumkan kepada masyarakat bahwa petugas akan membuka kembali akses Pelayanan Kesehatan Jalan Kaki (Pusjaki) dengan mengunjungi masyarakat di kampung-kampung.
“Program ini jemput bola dan kami bawa serta dokter periksa warga di kampung-kampung,” jelasnya.
Fransiska menyebutkan secara keseluruhan Puskesmas Arwanop diperkuat 37 tenaga kesehatan terdiri dari dua orang manajemen (KTU dan Kapus), 13 orang bidan, tujuh perawat, satu dokter dan sisanya tenaga kesehatan lain, sementara tenaga nutrisi belum ada.
Ia menyampaikan ketika dirinya tiba bersama tenaga kesehatan masyarakat setempat menangis haru. Bahkan masyarakat mengungkapkan perasaannya bahwa pelayanan kesehatan tidak akan hadir sampai dunia kiamat.
“Namun ibu datang membuka kembali akses layanan kesehatan di sini. Kami senang ibu, kami akan jaga ibu dan kami akan kawal pembangunan yang akan dibangun disini,” ujar Fransiska meniru penyampaikan warga.
Fransiska menyampaikan Kepala Dinas Kesehatan sudah turun mengunjungi kesiapan pelayanan secara langsung selama dua hari di Arwanop. **














































