Ketua DPC GMNI Mimika, Kristoforus Tofi, mengucapkan selamat datang kepada peserta yang ambil bagian dalam event ini dalam mendukung dan menghidupkan kembali semangat mencipta dan membaca puisi dan sastra-sastra yang lainnya.

Ia mengakui kegiatan yang diselenggarakan terbilang cukup kecil, namun di balik itu tersimpan pesan yang kuat untuk menarik kembali minat-minat sastra muda yang ada di Kabupaten Mimika, khusus dari tingkat pelajar, mahasiswa dan umum yang sejauh ini, sesuai penilaiannya, sudah pudar.

Ia mengungkapkan, tujuan daripada kegiatan yang digagas dalam bentuk lomba cipta dan baca puisi ini dengan bertemakan “Seribu Cerita untuk Mimika”, diisi puisi dari para penyair-penyair muda yang akan menceritakan tentang seluk-beluk Kota Timika.

Kristoforus menegaskan, semua karya yang dibacakan, baik yang juara maupun yang belum juara, akan dikumpulkan untuk dicetak dalam bentuk buku tetap dengan judul yang sama sesuai tema.

Karya para penyair yang dibukukan disertai biodata penulis sebagai bentuk penghargaan atas karya diluncurkan pada 28 Oktober 2026 bertepatan Hari Sumpah Pemuda.

Ia mengatakan kegiatan ini akan tetap berlanjut di setiap ada momen penting kepemudaan yang sudah mulai hilang.

Baginya, kegiatan ini mencoba mengangkat kembali semangat dan niat dalam mewariskan literasi, menumbuhkan semangat kecintaan dalam mengekspresikan nilai-nilai dalam menjaga budaya.

“Kegiatan kami ini cukup kecil tetapi kami tahu bahwa makna dan tujuannya lebih besar untuk kemajuan Mimika,” katanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan yang dibacakan Fransiskus Bokeyau mengapresiasi DPC GMNI Mimika yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Sejarah, potensi alam dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat semuanya merupakan kekayaan sumber inspirasi yang tidak pernah habis untuk dituangkan dalam karya sastra, khususnya melalui tulisan dan kata-kata yang indah. Tetapi juga menyampaikan gagasan, harapan, kritik untuk membangun rasa cinta, bahkan semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah yang dicintai.

Ia berharap setiap karya yang lahir dari lomba benar-benar menjadi cerminan kecintaan generasi muda terhadap Kabupaten Mimika dan menjadi bagian dari warisan literasi yang membanggakan.

Bupati juga berharap melalui momen ini, pertama, menumbuhkan semangat kreativitas dan kecintaan generasi muda terhadap dunia literasi, khususnya sastra.

Kedua, menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal, keberagaman serta kepedulian terhadap pembangunan Kabupaten Mimika.

Ketiga, memberikan ruang kreativitas bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum agar dapat mengembangkan potensi diri melalui karya sastra yang berkualitas.

Dikatakan tempat maupun karya-karya terbaik yang nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi puisi dan diluncurkan pada momentum Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2026 ini merupakan langkah yang sangat baik.
Karena karya-karya tersebut akan menjadi dokumentasi sejarah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi luar biasa yang berguna bagi pemuda.

Ia juga menegaskan kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kemajuan pendidikan, seni, budaya dan interaksi masyarakat.
Di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas dan kesempatan anak-anak muda agar mereka semakin gemar membaca, menulis, berkarya dan mencintai budaya. **