Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat yang tinggal di kampung-kampung di wilayah pedalaman Papua dinilai masih membutuhkan dukungan sarana transportasi agar dapat mengakses pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta memasarkan hasil pertanian mereka.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengatakan kehadiran transportasi darat sangat penting bagi masyarakat di daerah yang sudah memiliki akses jalan. Sementara itu, bagi masyarakat di wilayah pesisir dan hilir sungai diperlukan transportasi laut atau air, dan bagi wilayah yang belum memiliki akses jalan darat dibutuhkan transportasi udara.

Menurut Gobai, guna mengawal aspirasi masyarakat terkait kebutuhan transportasi tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Papua.

“Kami meminta agar pelayanan transportasi DAMRI dapat menjangkau hingga Kali Putih, sehingga masyarakat asli yang berada di wilayah 3T pada ruas jalan Timika-Kiura hingga Deiyai bisa terlayani,” ujar Gobai dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat masyarakat dari Suku Kamoro, Mee, dan Moni yang tinggal di wilayah kilometer 120 hingga kilometer 142. Wilayah itu menurutnya memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.

Namun hingga kini, masyarakat setempat masih kesulitan menjangkau Kota Timika karena belum tersedia transportasi umum. Selama ini, akses transportasi hanya mengandalkan kendaraan pribadi maupun kendaraan milik pejabat.

“Padahal masyarakat sangat membutuhkan transportasi umum untuk membawa hasil pertanian mereka seperti ubi, sagu, keladi, serta sayur-sayuran untuk dijual ke pasar di kota,” katanya.

Gobai mengatakan trayek yang diusulkan adalah dari Kali Putih di kawasan hulu Kokonao, Kabupaten Mimika hingga ke Kota Timika, sekitar kilometer 142 ruas jalan Timika-Kiura.

Ia berharap usulan tersebut dapat dimasukkan dalam Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat tentang penetapan jaringan trayek angkutan jalan perintis pada tahun 2027.

Sementara itu, saat melakukan pertemuan di Kantor DAMRI Timika, General Manager DAMRI Mimika, Markus Randanan, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 layanan DAMRI sudah diperpanjang dari sebelumnya kilometer 210 menjadi kilometer 240. Untuk tahun 2027 mendatang, rencananya trayek akan diperluas hingga Kali Putih setelah dilakukan survei dan pengusulan ke BPTD.

Gobai menilai pembukaan trayek tersebut memiliki prospek besar ke depan, karena akses jalan darat dari Timika menuju Kabupaten Deiyai diperkirakan akan segera terhubung.

“Jika jalan ini terhubung, maka akan terbuka akses transportasi darat dari Timika menuju Deiyai hingga Nabire. Ini menjadi peluang bagi pengembangan trayek perintis di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan dari Iwaka menuju Kiura hingga Deiyai agar tidak menjual tanah mereka kepada pihak manapun.

Menurut Gobai, wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lumbung pangan lokal yang dapat menyuplai kebutuhan pangan seperti ubi, sagu, keladi, cabai, tomat, sayuran, dan buah-buahan ke Kota Timika maupun ke wilayah Deiyai.

Selain itu kepada masyarakat diminta untuk menjaga keamanan terhadap kendaraan yang nantinya beroperasi di wilayah tersebut agar sopir dalam menjalankan tugas pelayanan merasa aman dan nyaman. **