Bupati John Rettob Resmikan Gereja GPdI Holy Spirit, Bukti Api Roh Kudus dan Mujizat Tuhan
Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob meresmikan Gereja GPdI Holy Spirit yang berlokasi di Jalan Kasih, belakang Keuskupan Timika, Selasa 16 Maret 2026.
Peresmian dengan tema “Mengejar Mujizat Tuhan” ditandai penekanan tombol pembukaan kain selubung papan nama gereja secara bersama-sama oleh Bupati Mimika, Pdt. Dr. Elion Numberi, M.Th selaku Koordinator Daerah Papua Tengah, Koordinator Daerah Papua Barat, Pdt. Lukas Marani, Pdt. Yohanis Marani, SKM selaku Gembala Jemaat GPdI Holy Spirit, Dominggus Wader selaku Ketua Panitia Pembangunan, Herdy Ezra (Sekretaris), serta para hamba Tuhan dan jemaat.
Selanjutnya, Bupati John melepaskan balon ke udara dan menggunting pita di pintu utama gereja, sementara Pdt. Dr. Elion Numberi membuka pintu gereja.
Dalam sambutannya, Bupati John menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas berdirinya gedung gereja yang megah tersebut. Ia mengaku terkejut karena di bagian belakang Keuskupan Timika terdapat bangunan gereja hasil kerja keras jemaat.
Ia juga berjanji akan membangun infrastruktur jalan guna memperlancar akses jemaat dan masyarakat menuju lokasi ibadah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh gereja, khususnya Jemaat GPdI Holy Spirit yang telah berperan aktif bersama pemerintah dalam membangun daerah, baik secara fisik maupun dalam pembinaan iman umat,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara gereja dan pemerintah terus terjalin dengan baik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah bertugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar terbebas dari kemiskinan dan kelaparan, sementara para hamba Tuhan berperan dalam membina iman umat agar tercipta kehidupan yang harmonis.
Bupati John meyakini bahwa meningkatnya iman masyarakat akan berdampak pada terciptanya situasi yang aman dan damai di Kabupaten Mimika.
Ia juga mengajak seluruh denominasi gereja untuk turut mendukung pemerintah dalam membangun kesadaran iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Mengakhiri sambutannya, ia kembali mengapresiasi semangat gotong royong jemaat dalam membangun gereja meskipun tanpa bantuan pemerintah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jemaat yang dengan penuh semangat dan sukacita membangun gedung gereja ini. Kalian luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Dominggus Wader, dalam laporannya menyampaikan Jemaat GPdI Holy Spirit genap berusia tiga tahun sejak menjadi jemaat definitif pada 17 Maret 2023.
Ia menjelaskan, panitia pembangunan terbentuk pada 5 September 2023 dengan susunan kepanitiaan antara lain Ketua Dominggus Wader, Sekretaris Viktor Fonataba dan Paul Serarawani, Bendahara Trivionita Bless/Wader dan Fenny Serarawani, Koordinator Pembangunan Willy Yowei, serta Seksi Usaha Dana Fralien Sinaga.
Menurutnya, pembangunan gereja dimulai dengan berbagai upaya penggalangan dana, baik melalui aksi internal jemaat maupun proposal bantuan ke pemerintah, meskipun belum mendapat respons.
Pada 17 Maret 2024, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja. Dalam kegiatan tersebut terkumpul dana spontanitas sekitar Rp25–30 juta berupa uang tunai dan material bangunan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan awal, termasuk pembuatan 14 titik pondasi dan pembangunan pastori yang mencapai 75 persen.
Selanjutnya, pada 23 Desember 2024, jemaat melaksanakan perayaan Natal pertama.
Memasuki tahun 2025, tepatnya 10 Januari, jemaat menerima bantuan dari seorang donatur yang tidak ingin disebutkan namanya. Pembangunan gereja kemudian dilanjutkan mulai 17 April sampai Desember 2025 hingga selesai.
“Total anggaran pembangunan gereja ini mencapai sekitar Rp1,8 miliar,” jelas Dominggus.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat yang diberikan melalui donatur dan seluruh jemaat.
Sementara itu, Pdt. Dr. Elion Numberi, M.Th dalam sambutan mengatakan bahwa peresmian gereja ini merupakan momen besar dan bersejarah.
Ia menegaskan gereja bukan sekadar bangunan fisik, tetapi rumah Tuhan tempat umat berdoa, memuji, dan mendengarkan firman Tuhan.
“Di tempat ini jemaat akan mengalami jamahan kasih Tuhan dan karya Roh Kudus dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Ia berharap gereja ini dapat menjadi tempat lahirnya generasi yang kuat dalam iman dan penuh semangat Roh Kudus.
Dalam khotbahnya, Pdt. Elion juga menekankan pentingnya memiliki api Roh Kudus dalam kehidupan, karena melalui kuasa tersebut umat dapat mengalami mujizat dan keberanian dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Pdt. Yohanis Marani, SKM selaku Gembala Jemaat GPdI Holy Spirit dalam kesaksiannya menyampaikan rasa syukur atas pertolongan Tuhan dalam pembangunan gereja tersebut.
Ia mengisahkan awalnya sempat meragukan kedatangan seorang donatur yang tidak dikenalnya menawarkan untuk membangun, namun pada 17 April 2025 donatur tersebut datang bersama para pekerja dan memulai pembangunan hingga selesai pada Desember 2025.
Ia mengucapkan terima kasih kepada donatur serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan doa dan bantuan dalam proses pembangunan gereja ini.
“Semua ini terjadi karena kemurahan Tuhan. Mujizat itu nyata,” ungkapnya.
Ia mengatakan momen peresmian ini juga tepat tiga tahun memberikan pelayanan.
“Saya selalu berjalan bersama jemaat. Bahwa semakin kita diberkati Tuhan, semakin kita berada dalam kerjaan-Nya dalam persekutuan,” ungkapnya.
Ia mengatakan gereja ini berdiri sebagai tanda mujizat Tuhan yang di dalamnya ada keterlibatan tangan-tangan kasih yang Tuhan pakai untuk memberi. Setiap pemberian jemaat meskipun kecil Tuhan selalu menghitungnya. **























