Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong serta John Mampioper, Kepala Balai Kementerian Sosial Wilayah Papua dan Maluku meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi  (SRT) 76 Mimika Papua Tengah, Jumat 10 Oktober 2025.

Peresmian pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pengecekan Kesehatan Gratis ditandai penyerahan kartu tanda peserta didik kepada tiga perwakilan siswa-siswi, pembukaan kain selubung papan nama SRT 76 dan pengguntingan pita.

Aktivitas awal MPLS SRT 76 dengan 100 murid berlangsung di Eks Wisma Atlet di Kelurahan Timika Jaya Jalan Poros SP2 mulai Senin 13 Oktober 2025.

100 siswa-siswi ini terdiri dari 50 murid SMP dan 50 pelajar SMA. STR 76 Mimika berpola asrama dengan tagline ‘Cerdas Bersama Tumbuh Setara’.

SRT 76 ini merupakan program strategis Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tertuang dalam Asta Cita. Pada pembukaan MPLS ini dihadiri unsur Forkampinda, peserta didik didampingi oleh keluarga.

Devota Leisubun, Plt. Kepala Dinas Sosial Mimika dalam laporan menyampaikan STR 76 Mimika adalah perwujudan nyata dari program sekolah rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2024. Tujuan utamanya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 dapat mengakses pendidikan berasrama berkualitas tinggi setara dengan yang dinikmati oleh anak-anak yang mampu.

“Ini adalah upaya mulia untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui investasi pada sumber daya manusia,” ujar Devota.

Devota merasa bangga lokasi dan status SRT 76 Mimika ini menjadi sekolah Rintisan 1 C yang pertama di wilayah Provinsi Papua Tengah.

Devota melaporkan sekolah ini bertempat di Rusun ASN Kabupaten Mimika atau Eks Wisma Atlet.

Ia menyebutkan jumlah siswa-siswi 100 orang terbagi dalam empat rombongan belajar. 50 murid tingkat SMP dbagi dalam Kelas A dan B msing-masing 25 anak dan 50 pelajar tingkat SMA Kelas A dan B masing-masing 25 orang.

Ia menambahkan target sasaran seluruh siswa yang diterima adalah mereka yang terverifikasi berada pada kategori Desil 1 dan Desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Ia melaporkan proses seleksi rekrutmen dilakukan secara tetap dan langsung oleh tim SDM PKH dan ASN dari Dinas Sosial mendatangi rumah-rumah para calon siswa untuk memverifikasi kondisi untuk memastikan ketepatan sasaran.

Ia juga melaporkan rekapan penerimaan SRT 76 Mimika tingkat SMA terdiri dari 30 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan dan SMP terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan, yang masih sekolah tetapi rentan putus sekolah, sebanyak 53 orang, putus sekolah 47 siswa.

Dari total murid yang ada 48 siswa berasal dari Suku Kamoro, 4 siswa dari suku Amungme dan 5 orang suku kekerabatan lainnya, sementara 12 siswa dari luar Papua.

Dalam perekrutan ini, Devota melaporkan tim assesmen mendatangi Distrik Iwaka berhasil merekrut 12 siswa,  Distrik Kuala Kencana 12 siswa, Distrik Mimika Baru 16 siswa, Distrik Mimika Tengah 5 siswa, Distrik Mimika Timur 9 siswa, Distrik Mimika Barat satu siswa, Distrik Mimika Barat Jauh 12 siswa, Distrik Mimika Timur Jauh 9 siswa dan Distrik Jila 1 siswa.

Ia beralasan tim assesmen Dinsos mengakses perekrutan hanya mengambil murid di 11 distrik karena keterbatasan waktu yang diberikan oleh Kementerian Sosial hanya sebulan.

Tim PKH dan Dinas Sosial menjalani asessmen siswa mulai tanggal 21 Agustus sampai tanggal 21 September 2025 berhasil merekrut 100 anak.

“Kami menjemput siswa-siswi ini mulai dari tanggal 8 dan 9 Oktober 2025 kemarin di tempatnya masing-masing. Dan mulai kemarin mereka sudah menempati tempat di mana mereka akan bersekolah saat ini,” jelasnya. **