Buka Pelatihan Otsus Sembilan Kompetensi, Ratusan Pencaker OAP Mimika “Serbu” Disnakertrans
8. Public Speaking/Master of Ceremony (MC), meliputi teknik berbicara, penyusunan materi, pembawaan acara, membangun rasa percaya diri, dan komunikasi efektif.
9. Security (Satpam), dengan materi dasar-dasar keamanan, patroli, pengendalian akses, penanganan keadaan darurat, serta etika profesi.
Untuk peserta pelatihan Security, terdapat persyaratan khusus, yakni tinggi badan minimal 165 sentimeter bagi laki-laki dan 160 sentimeter bagi perempuan, sehat jasmani dan rohani (tidak buta warna), tidak bertato maupun bertindik, serta bersedia menjalani karantina selama program pelatihan berlangsung.
Noch menjelaskan, jumlah peserta yang dibutuhkan pada setiap jenis pelatihan bervariasi, yakni 100 orang, 50 orang, 33 orang dan 30 orang, sesuai jenis kompetensi. Lama pelatihan juga berbeda-beda, dengan durasi maksimal 14 hari atau sekitar dua minggu.
Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans Mimika bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), di antaranya LPK K3, LPK Somatua, LPK PUMS untuk pelatihan Tata Boga, serta beberapa LPK lainnya sesuai bidang kompetensi.
“Ada LPK yang dapat menangani lebih dari satu jenis pelatihan kompetensi. Misalnya, pelatihan K3 juga dapat diintegrasikan dengan operator alat berat, welder, dan lainnya,” jelas Noch.
Ia mengatakan, setiap peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat keahlian sebagai bekal untuk melamar pekerjaan di dunia usaha maupun dunia industri.
Pelatihan akan diawali dengan pemberian materi di kelas, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan agar peserta lebih memahami kompetensi yang dipelajari.
Menurut Noch, tujuan utama program ini adalah menyiapkan generasi OAP yang memiliki kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai bidang keahlian yang dipilih.
“Jadi kami memberikan pelatihan ini tidak berarti langsung mereka dapat kerja di perusahaan. Itu kami tidak bisa jamin. Kami di Disnakertrans bekerja sama dengan LPK menyiapkan mereka agar memiliki skill atau keterampilan sesuai talenta yang mereka miliki. Tugas kami lebih fokus pada menyiapkan SDM,” tegasnya.
Ia berharap, setelah memperoleh ilmu dan keterampilan melalui pelatihan tersebut, para peserta dapat bersaing di dunia kerja maupun memanfaatkan peluang dengan membuka usaha secara mandiri. **

















