Dalam operasi pasar murah ini, Yulius mengakui dinasnya sedikit kewalahan karena tingginya permintaan dari masyarakat untuk operasi pasar, sehingga dalam sebulan melebihi empat kali dari yang sudah dijadwalkan dan sembako yang disiapkan rata-rata habis.

“Kita harap masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru merasa tenang, aman karena kebutuhan sudah terpenuhi,” ujarnya.

Yulius juga mengingatkan kepada masyarakat yang datang belanja sesuai kebutuhan hari raya bukan untuk dijual kembali di kios.

Sementara terkait operasi daging babi murah, Yulius mengakui tahun ini sudah tidak lagi dilaksanakan mengingat harga di pasar sudah kembali normal Rp150 ribu perkilo.

“Kalau tahun lalu kita buat karena memang daging babi lagi mahal 200 ribu perkilo. Sekarang sudah normal kembali,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.