Timika,papuaglobalnews.com – Menekan laju inflasi menjelang hari raya Natal 25 Desember 2025 dan menyambut Tahun Baru 01 Januari 2026, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika melaksanakan operasi Gerakan Pangan Murah (GPM) terakhir di dua tempat berbeda besok, Sabtu 20 Desember 2025. Kedua tempat itu, yakni di lapangan eks Pasar Swadaya Jalan Yos Sudarso dan di Gereja Kingmi Bahtera Jalan C. Heatubun depan Polsek Mimika Baru. Operasi GPM ini dimulai pukul 08.00 hingga selesai.

Demikian disampaikan Yulius Koga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Jumat 19 Desember 2025.

Yulius mengemukakan operasi pasar murah dibuka di halaman Gereja Kingmi Bahtera untuk mendekatkan pelayanan kepada jemaat terutama masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang selama ini jarang datang membeli. Dengan harapan mereka bisa memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja sesuai kebutuhan menyelang Natal.

Ia mengungkapkan dalam GPM ini seperti biasa menggandeng Bulog, distributor, Dinas Perikanan, peternak serta mama-mama Papua untuk memasarkan hasil taninya. Semua kebutuhan pangan yang disiapkan dijual dengan harga murah karena sudah disubsidi oleh pemerintah.

“Ini berbeda dengan dua hari yang dilakukan di halaman Eme Neme Yauware harga distributor. Tapi ini harga subsidi lebih murah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan setiap tahun pemerintah selalu mengalokasikan anggaran untuk membiayai subsidi dalam kegiatan operasi pasar murah.

Dalam operasi pasar murah ini, Yulius mengakui dinasnya sedikit kewalahan karena tingginya permintaan dari masyarakat untuk operasi pasar, sehingga dalam sebulan melebihi empat kali dari yang sudah dijadwalkan dan sembako yang disiapkan rata-rata habis.

“Kita harap masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru merasa tenang, aman karena kebutuhan sudah terpenuhi,” ujarnya.

Yulius juga mengingatkan kepada masyarakat yang datang belanja sesuai kebutuhan hari raya bukan untuk dijual kembali di kios.

Sementara terkait operasi daging babi murah, Yulius mengakui tahun ini sudah tidak lagi dilaksanakan mengingat harga di pasar sudah kembali normal Rp150 ribu perkilo.

“Kalau tahun lalu kita buat karena memang daging babi lagi mahal 200 ribu perkilo. Sekarang sudah normal kembali,” pungkasnya. **