Pdt. Deteminus juga menguraikan beberapa makna penting dari peristiwa tersebut, antara lain:

Membuktikan kebangkitan Yesus secara nyata melalui luka-luka yang ditunjukkan kepada murid-murid.

Menjawab keraguan manusia, bahwa Tuhan memahami pergumulan iman dan memberi peneguhan.

Menyatakan keilahian Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

Mendorong iman tanpa harus melihat secara fisik, yang relevan bagi umat percaya masa kini.

Ia menutup khotbah dengan menegaskan pesan utama Injil Yohanes 20:31, bahwa tujuan Injil adalah supaya setiap orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan oleh iman memperoleh hidup dalam nama-Nya. **

 

Pdt. Deteminus Beanal memberkati jemaat pada ibadah. (Foto – Istimewa).

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.