Timika,papuaglobalnews.com – Jemaat Sion Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Timika Kota menggelar ibadah Minggu, 12 April 2026 dengan penuh hikmat.

Dalam khotbahnya, Ketua Daerah GKII Timika Kota, Pdt. Deteminus Beanal, S.Th mengangkat tema, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Ia menjelaskan, peristiwa ini merujuk pada kisah setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada pertemuan pertama dengan murid-murid-Nya, Tomas tidak hadir. Ketika murid-murid lain bersaksi bahwa mereka telah melihat Tuhan, Tomas menolak percaya sebelum ia melihat dan menyentuh bekas luka paku di tangan serta luka di lambung Yesus.

“Delapan hari kemudian, murid-murid kembali berkumpul di dalam rumah dengan pintu terkunci karena takut kepada orang Yahudi. Kali ini Tomas hadir, dan Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka, menyapa dengan damai serta mengundang Tomas untuk melihat dan menyentuh luka-luka-Nya,” jelasnya mengacu pada Injil Yohanes 20:26-27.

Menurut Pdt. Deteminus, kehadiran Yesus di tengah para murid bertujuan membangun kembali kepercayaan dan iman mereka. Ia menegaskan bahwa Yesus yang bangkit adalah Tuhan, sebagaimana ditegaskan dalam Roma 1:4 dan Roma 10:9.

Ia juga mengajak jemaat merenungkan bahwa hanya orang percaya yang mengalami damai sejahtera sejati, sebagaimana tertulis dalam Yohanes 14:27 dan Filipi 4:7.

Mengutip Ibrani 11:1, ia mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Sementara dalam 1 Petrus 1:8 ditegaskan bahwa meskipun tidak melihat, orang percaya tetap mengasihi dan bersukacita di dalam Tuhan.

Lebih lanjut, ia menekankan hanya orang yang beriman kepada Yesus yang memperoleh keselamatan. Hal ini ditegaskan melalui pengakuan Tomas, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28), yang menjadi bukti iman sejati kepada Kristus.

Pdt. Deteminus juga menguraikan beberapa makna penting dari peristiwa tersebut, antara lain:

Membuktikan kebangkitan Yesus secara nyata melalui luka-luka yang ditunjukkan kepada murid-murid.

Menjawab keraguan manusia, bahwa Tuhan memahami pergumulan iman dan memberi peneguhan.

Menyatakan keilahian Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

Mendorong iman tanpa harus melihat secara fisik, yang relevan bagi umat percaya masa kini.

Ia menutup khotbah dengan menegaskan pesan utama Injil Yohanes 20:31, bahwa tujuan Injil adalah supaya setiap orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan oleh iman memperoleh hidup dalam nama-Nya. **

 

Pdt. Deteminus Beanal memberkati jemaat pada ibadah. (Foto – Istimewa).