RP. Adrianto dan RP. Sudriyanto Dukung 22 Mei Ditetapkan Hari Masuknya Injil Gereja Katolik di Tanah Papua
“Saya mendukung sepenuhnya penetapan tanggal 22 Mei sebagai Hari Misi Katolik masuknya Injil di Tanah Papua, sekaligus sebagai hari dimana orang Katolik dapat melakukan refleksi dan pendalaman iman atas kisah pewartaan yang ditinggalkan RP. Le Cocq d’Armandville,” ujarnya.
Ia mengungkapkan di Papua terdapat begitu banyak persoalan yang membutuhkan refleksi dan pemikiran mendalam yang berlandaskan iman agama Tuhan.
“Iman agama Tuhan ini merupakan istilah yang dipakai oleh Pater Le Cocq pada saat itu. Karena itu, perlu pendalaman iman yang membebaskan sesuai konteks Papua,” katanya.
Kedua imam Jesuit ini menyatakan mendukung setelah membubuhi tandatangan petisi pada spanduk mendukung penetapan tanggal 22 Mei hari masuknya Injil di Tanah Papua yang digagas oleh Koalisi Ormas Katolik dan Kategorial Keuskupan Timika (Pemuda Katolik, WKRI, PMKRI, ISKA, Vox Poin, ICAKAP, THS-THM dan OMK) Provinsi Papua Tengah melalui Tim Kerja Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua Dekanat Teluk Cenderawasih pada Kamis 21 Mei 2026. Petisi dukungan ini berlangsung di Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Kamis 21 Mei 2026. **










