Masyarakat Kuala Kencana Mendapat Edukasi PHBS, Jadikan Budaya dan Gaya Hidup
Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat Distrik Kuala Kencana dari dua kelurahan dan tujuh kampung yang terdiri atas kader Posyandu, PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mendapat edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan Sosialisasi Penumbuhan Kesadaran Keluarga dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga dan Lingkungan dengan Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Kuala Kencana, Kamis 9 Juli 2026.
Kepala Distrik Kuala Kencana, Manase Jangkup Omaleng, melalui Sekretaris Distrik Kuala Kencana, Selvina Pappang, dalam sambutan menegaskan kesehatan merupakan modal utama dalam pembangunan.
“Kesehatan bukanlah segalanya, tetapi tanpa kesehatan, segalanya menjadi tidak berarti. Sebagai kepala wilayah, saya menegaskan bahwa pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya. Kualitas manusia yang unggul mutlak dimulai dari tubuh yang sehat,” tegas Selvina.
Mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika itu mengatakan Pemerintah Distrik Kuala Kencana mendukung penuh gerakan PHBS.
Menurutnya, PHBS bukan sekadar program milik Dinas Kesehatan maupun Puskesmas, tetapi merupakan gerakan bersama yang harus menjadi budaya di setiap keluarga.
“PHBS adalah gerakan bersama, sebuah investasi jangka panjang, dan gaya hidup yang harus kita tanamkan mulai dari unit terkecil di masyarakat, yaitu keluarga dan tatanan rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mencegah penyakit jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobatinya.
“Sering kali kita lupa bahwa mencegah penyakit jauh lebih mudah dan murah daripada mengobatinya. Kita tidak perlu menunggu sakit untuk menyadari pentingnya kesehatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Selvina mengajak seluruh elemen masyarakat berkomitmen menerapkan indikator-indikator utama PHBS dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya menjaga sanitasi lingkungan dengan menggunakan air bersih dan jamban sehat, membiasakan cuci tangan memakai sabun, memberantas jentik nyamuk setiap pekan untuk mencegah demam berdarah, serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga guna mencegah stunting.
Ia juga berpesan kepada para kepala kampung, lurah, dan kader PKK agar menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Jangan bosan mengedukasi, mengingatkan, dan memberikan contoh langsung kepada warga. Mari kita jadikan lingkungan distrik kita sebagai wilayah yang bersih, sehat, dan bebas dari wabah penyakit,” pesannya.
Selvina berharap langkah kecil yang dimulai dari rumah masing-masing dapat membawa perubahan besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Distrik Kuala Kencana.
Sementara itu, Kepala BLUD Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, menjelaskan PHBS merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia memaparkan 10 indikator PHBS yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator;
Pertama adalah persalinan yang ditolong tenaga kesehatan.
Kedua, pemberian ASI eksklusif kepada bayi usia 0–6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain, serta melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun.
Ketiga, menimbang bayi dan balita setiap bulan untuk memantau pertumbuhan serta melengkapi imunisasi sesuai jadwal.
Keempat, menggunakan air bersih yang memenuhi syarat, yakni jernih, tidak berbau, dan tidak mengandung kapur.













