Klaim Bertanggungjawab atas Penembakan Delapan Anggota TNI, TPNPB-OPM Sebut Praka Batu Oktara Tewas di Kampung Taosiga
Praka Batu Oktara yang disebut tewas dalam operasi militer di wilayah Kampung Taosiga Kabupaten Intan Jaya, Sabtu 27 Juni 2026. (Foto -Istimewa).
Intan Jaya,papuaglobalnews.com –
TPNPB-OPM mengklaim bertanggungjawab atas penembakan terhadap delapan anggota TNI dalam operasi militer yang terjadi di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, pada Sabtu 27 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, TPNPB-OPM mengklaim satu personel TNI bernama Praka Batu Oktara meninggal dunia akibat luka tembak.
Hal itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima pada Senin 29 Juni 2026.
Dalam siaran pers tersebut disebutkan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB di Intan Jaya yang dipimpin Mayor Aibon Kogoya.
Menurut laporan tersebut, pasukan TPNPB mengklaim bertanggungjawab atas tewasnya Praka Batu Oktara serta tujuh anggota TNI lainnya yang disebut mengalami luka-luka dalam baku tembak dengan pasukan TPNPB di Distrik Agisiga.
TPNPB mengklaim Praka Batu Oktara mengalami luka tembak di bahu kanan dan meninggal dunia di Kampung Taosiga.
Selain itu, TPNPB juga mengklaim tiga personel TNI lainnya mengalami luka tembak di Kampung Danggoa, yakni Pratu Stefanus Milikor Mali yang mengalami luka tembak di paha kiri, Pratu Bayu yang mengalami luka tembak di bagian dada, serta Praka Burhan yang mengalami luka tembak di paha kanan.
Dalam siaran pers tersebut juga disebutkan bahwa seluruh personel Satgas Rajawali IV/Yonif 744/SYB telah dievakuasi oleh Pangkogabwilhan III menggunakan pesawat sipil Elang Air PK-AKR menuju Timika untuk proses pemulasaraan jenazah serta perawatan medis terhadap personel yang terluka.

















