100 Perempuan di Mimika Dibekali Advokasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi
Petrus Pali Ambaa, Staf Ahli Bupati Mimika foto bersama narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Johana Anatje Belandina Arwam, Sekretaris DP3AP2KB Germania Jeujanan bersama perwakilan peserta usai pembukaan, Selasa 23 Juni 2026. (Foto – Anton Juma Songa/papuaglobalnews.com).
Timika,papuaglobalnews.com – Sekitar 100 perempuan yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Mimika mengikuti kegiatan Advokasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi. Peserta berasal dari PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), organisasi wanita dari berbagai denominasi gereja, Bhayangkari, Persit, serta sejumlah organisasi perempuan lainnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (23-24 Juni 2026), di salah satu hotel di Timika.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa.
Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Petrus Pali Ambaa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas perempuan sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.
“Kaum perempuan adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan. Partisipasi aktif perempuan tidak hanya diperlukan di lingkungan keluarga, tetapi juga di ruang publik, baik dalam bidang politik, hukum, sosial maupun ekonomi. Ketika kapasitas perempuan meningkat, maka dampaknya akan langsung dirasakan pada kesejahteraan keluarga, kemajuan masyarakat, dan pembangunan daerah secara menyeluruh,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan hingga saat ini perempuan dan anak masih rentan terhadap berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, serta ketidakadilan. Karena itu, melalui tema kegiatan “Menyatukan Langkah Melindungi Perempuan”, seluruh elemen masyarakat, organisasi perempuan, dunia usaha, lembaga keagamaan, dan pemerintah diajak untuk bersinergi dalam mewujudkan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama yang harus dikawal mulai dari tingkat kabupaten hingga lingkungan terkecil di masyarakat.
Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi perempuan.

















