Niat Hati Mendulang Emas di Mile 69-71 untuk Biaya Kuliah, Nalince Wamang Tewas Diterjang Timah Panas dalam Operasi Senyap Satgas Rajawali
Timika,papuaglobalnews.com – Situasi keamanan di Papua kembali menjadi sorotan setelah terjadinya peristiwa berdarah dalam operasi militer di wilayah Tembagapura yang mengakibatkan enam warga sipil meninggal dunia serta luka-luka akibat terkena tembakan timah panas pada Jumat 8 Mei 2026 sekira pukul 21.00 WIT.
Selain menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, peristiwa tersebut juga memicu masyarakat Tembagapura mengungsi ke Kampung Kimbeli, Banti dan Timika karena merasa ketakutan.
Dari enam korban meninggal dunia, salah satunya adalah Nalince Wamang (17), remaja perempuan kelahiran 1 April 2009.
Nalince diketahui baru saja menyelesaikan ujian sekolah di SMK Petra Kabupaten Mimika tahun ajaran 2025/2026.
Korban berada di lokasi pendulangan emas di Mile 69-71, area pertambangan PT Freeport Indonesia, bersama keluarganya dengan tujuan mencari dana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Namun nasib berkata lain. Saat berada di lokasi, pada malam harinya pada Kamis 7 Mei 2026 sekira pukul 21.00 WIT camp yang ditempati korban bersama mama, adik dan kakaknya menjadi sasaran sergap Satgas Rajawali.
“Apakah negara menyediakan timah panas itu untuk membunuh generasi penerus bangsa dan masyarakat sipil?” demikian narasi yang disertakan dalam foto korban yang diterima redaksi papuaglobalnews.com, Sabtu 9 Mei 2026.
Sementara kakak korban dalam rekaman video berdurasi lima menit 35 detik yang diterima redaksi papauglobalnews.com menuturkan bahwa Nalince baru saja tamat SMA.
“Kemarin satu hari dia naik di camp. Siang itu dia sama-sama dengan saya, baru saya ke camp sebelah,” tuturnya di hadapan anggota Polsek Tembagapura.
Ia menjelaskan, saat kejadian korban bersama dirinya, mama mereka dan adik-adinya sedang duduk minum kopi di camp. Tiba-tiba anggota TNI yang disebut berjumlah lebih dari sepuluh orang datang tanpa memberikan sapaan datang berdiri di depan pintu sambil melepaskan tembakan ke arah dalam camp.
Akibat tembakan tersebut, dua adik perempuan korban terkena tembakan dan almarhum lari keluar menuju hutan sambil dikejar anggota. Sementara ibu mereka disebut ditahan oleh aparat.








