“Saya sendiri lari sampai di rumah di bawah (Kimbeli),” tuturnya.

Setelah tiba di Kampung Kimbeli, sekitar pukul 07.00 pagi, dirinya kembali naik ke camp untuk mencari adik perempuannya.

Dalam pencarian tersebut, ia hanya menemukan adiknya yang masih kecil dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Banti sebelum kembali lagi ke camp.

Ia bersama masyarakat lainnya kemudian berusaha mencari korban yang lain, termasuk Nalince Wamang, namun tidak ditemukan di lokasi awal.

“Saya kemudian pergi lapor di Polsek Tembagapura,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggota yang datang pada malam hari mengenakan pakaian loreng. Sebagian anggota disebut bersembunyi dan sebagian lainnya berdiri di sekitar lokasi camp.

Menurutnya, aparat meminta masyarakat keluar dari rumah dan kemudian mengumpulkan mereka di salah satu rumah sebelum keesokan paginya masyarakat dibawa naik menuju Tembagapura.

Dalam peristiwa itu, disebutkan terdapat tiga orang di dalam camp yang mengalami luka tembak, termasuk almarhumah Nalince Wamang.

“Almarhum ini setelah kena tembak keluar lari. Makanya dia mati di hutan,” tutur sumber tersebut.

Sementara Agustinus Anggaibak, Ketua MRP Papua Tengah menyampaikan dirinya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Tengah sesuai permintaan keluarga agar korban dibawa dari Tembagapura untuk dimakamkan di Timika.

Atas permintaan itu kata Agus, Kapolda Papua Tengah sudah respons dengan memperintahkan anggotanya membawa jenazah ke rumah duka di Timika. **