Tahun Ini Gereja Katolik di Papua Genap 132 Tahun, Perayaan Syukur Kenang Misi Pastor Le Cocq Disatukan dengan Setahun Tahbisan Uskup Timika
Timika,papuaglobalnews.com – Gereja Katolik di Tanah Papua akan genap berusia 132 tahun pada 22 Mei 2026. Perayaan ini akan dirangkaikan dengan syukuran satu tahun tahbisan episkopal Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
Ketua panitia, Fredy Warpopor, menyampaikan hal tersebut kepada papuaglobalnews.com, Senin 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan perayaan ini merupakan momentum mengenang jejak karya misi pewartaan Injil oleh Pastor Cornelis Johannes Le Cocq d’Armandville, SJ (1846–1896), misionaris Jesuit asal Belanda yang dikenal sebagai perintis utama misi Katolik di Papua.
Untuk mengenang perjalanan sejarah tersebut, panitia telah menyiapkan kegiatan napak tilas berupa rally rosario selama 12 jam. Kegiatan ini akan dimulai pukul 06.00 WIT dari titik pendaratan pertama Pastor Le Cocq di Sekru (Kampung Muslim), Fakfak, pada 22 Mei 1894.
Rute napak tilas akan melewati Kampung Raduria, tempat Pastor Le Cocq bermalam hingga berakhir di sumur tua di Pulau Bonyum. Sepanjang perjalanan, umat akan mengarak patung Bunda Maria dari batu yang merupakan bantuan donatur melalui RD. John Bunai, Pr, dan saat ini ditahtakan sementara di Paroki Santo Yosef Fakfak.
Setibanya di Raduria, rombongan akan melanjutkan perjalanan melalui jalur laut serta jembatan bambu yang membelah hutan mangrove menuju Pulau Bonyum. Di lokasi tersebut, Orang Muda Katolik (OMK) bersama umat lainnya akan bermalam untuk berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria.
Keesokan harinya, 23 Mei 2026, akan dilangsungkan misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Timika bersama Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr. Panitia juga berencana mengundang ketiga uskup lain di Tanah Papua, yakni Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You Pr, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dan Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito, OFM, meski masih menunggu konfirmasi kehadiran.
“Perayaan ini dipastikan berlangsung meriah dengan menampilkan inkulturasi budaya serta puji-pujian, yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi,” ujar Fredy.




































