Kabut Panas Trump
Oleh : Laurens Minipko
KABUT panas bukan hal baru. Ia sudah lama menyertai kekuasaan, bahkan sebelum dunia sibuk mengikuti Donald Trump. Ketika Kota Roma terbakar (18-19 Juli 64 Masehi), asap menutup langit kota. Kepanikan menyebar. Di balik itu, keputusan tetap berjalan. Sejak dulu, sejarah memberi isyarat yang sama: keriuhan sering datang bersamaan dengan pengalihan perhatian.
Di Mimika, kabut itu hadir bukan lewat pidato keras, melainkan lewat angka. Sepuluh persen divestasi saham Freeport. Angka yang terdengar menjanjikan. Angka yang memantik harapan. Sekaligus angka yang mengundang kehati-hatian.
Pembentukan Kewajaran
Klarifikasi kepala daerah penting dicatat. Secara struktur, pengelolaan divestasi berada di PT Papua Divestasi Mandiri. PT Mimika Abadi Sejahtera tidak berada di jalur itu. Garis kewenangan ditarik jelas. Kabut teknis disingkirkan.
Namun, patut disadari bahwa kekuasaan modern tidak hanya bekerja melalui aturan, melainkan melalui pembentukan kewajaran. Penjelasan administrasi memberi kepastian, tetapi kepastian tidak selalu identik dengan kejernihan etis.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.











