“Tahun ini kita tidak punya anggaran untuk bantu membuat sumur bor. Tapi petani masih bisa manfaatkan irigasi yang ada meskipun debit airnya turun karena belum ada hujan,” jelas Haris.

Ia menyebutkan daerah yang petani tanam cabai penyebarannya hampir merata diantaranya di wilayah Mimika Timur, SP9 dan Iwaka.

Sementara Bernard D. Ansaka, Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Sarana Pertanian menjelaskan, bantuan 25 unit JIAT ini dari Kementerian Pertanian kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR).

Bernard mengakui pemetaan titik lokasi sudah selesai tersebar di wilayah Distrik Iwaka, Distrik Wania dan Mimika Baru yang sekarang tinggal menunggu pihak ketiga turun membangun.

“Kita sekarang lagi urus surat ijin lingkungannya di masing-masing lokasi,” kata Bernard di ruang kerjanya, Senin 14 September 2026.

Ia menyebutkan pembangunan JIAT ini kedalaman bor 80-100 meter dilengkapi bak penampung dan sistem hidrolik dengan kekuatan semprot beradius sejauh 1,6 kilometer diatas lahan seluas 10 hektar.

Bantuan ini lebih diprioritaskan memenuhi kebutuhan petani  bidang hortikultura.

“Bantuan ini sangat pas dengan kondisi musim kering seperti ini agar petani semakin bergairah untuk menanam,” harapnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.