Yang Penting Kita Ketemu, Bilang Anak Domi Datang! “Ujian Komitmen Rekonsiliasi DAP”
Oleh : Christianus Dogopia – Sekretaris Tim Kerja Rekonsiliasi.
BEKERJALAH bagi negerimu! Kami akan menceritakan sedikit lika-liku perjalanan ke Byak dalam rangka mempersiapkan puncak rekonsiliasi Dewan Adat Papua (DAP). Di sini kami akan memperlihatkan bagaimana Komitmen Rekonsiliasi Pimpinan DAP.
“Yang penting kita ketemu, bilang anak Domi datang”, adalah ungkapan langsung dari Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga. Kata-kata inilah yang memperteguh komitmen kedua bela pihak, walaupun sebelumnya ada hambatan berupa pembatalan keberangkatan dan bergesernya jadwal. Peristiwa yang kami tuliskan ini, merupakan Ujian Komitmen Rekonsiliasi DAP.
Plan A dan Plan B Sebelum perjalanan ke Byak, kami telah mengatur 2 Plan, yakni; Plan A dan Plan B. Di Plan A, kami akan mengkomunikasikan kesediaan Bapak Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga untuk datang ke Jayapura pertemuan dengan Bapak Dominikus Sorabut berlangsung di Jayapura; pada tanggal 09 Agustus 2026 bertepatan dengan Perayaan Hari Masyarakat Pribumi Internasional.
Sedangkan Plan B, yaitu, sebaliknya kami mengkomunikasikan kesediaan Bapak Dominikus Sorabut untuk dapat bertemu Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga di Byak. Untuk ke dua Plan ini telah dikomunikasikan di antara beberapa Ring 2 DAP. Mereka menyetujui Plan ini. Sehingga selanjutnya diatur siapa-siapa yang berkomunikasi dengan Bapak Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga dan Bapak Dominikus Surabut.
Bagian ini di Pihak Mananwir Beba, komunikasi dibangun melalui Yohanes Ronsumbre selaku Wakil Senjend dan Engel Dimara (Mantan Komandan PETAPA). Sedangkan di pihak Bapak Dominikus, komunikasi dibangun melalui Manfun Apolos Sroyer dan Bapak Willem Rumaseb selaku Sekretaris Umum.
Di bagian 2 Plan ini juga sudah menjadi usulan yang sebelumnya telah dilontarkan oleh Bapak Wenan Watori dalam koordinasi Tim Kerja. Di Internal Tim Kerja Rekonsiliasi, kami telah mendiskusikan siapa yang akan berangkat ke Byak untuk bertemu dan negosiasi dengan Bapak Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga. Dari pertemuan internal Tim Kerja antara Selpius Bobii selaku Koordinator dan Christianus Dogopia, maka kami memutuskan Christianus Dogopia selaku Sekretaris berangkat ke Byak. Sedangkan di masing-masing pihak mereka memutuskan Bapak Manfun Apolos Sroyer dari pihak Ekspo dan Bapak Engel Dimara dari pihak yang memfasilitasi.
Di pihak bapak Mananwir Beba sendiri, bapak Yohanes Ronsumbre sudah berada di Byak, sehingga beliau menunggu kedatangan kami di Byak. Maka Pada Selasa, 28 Juli 2026, dari Jayapura kami tiba di Byak dengan menggunakan pesawat Lion Air.
“Yang penting kita ketemu. Bilang anak Domi datang”. Setelah tiba di Byak, kami mengatur rencana pertemuan dengan Bapak Mananwir Beba Yan Piter Yarangga. Komunikasi ke dalam di bagian ini diatur oleh Bapak Engel Dimara dan Bapak Yohanes Ronsumbre. Mereka akan memastikan komunikasi ke dalam internal untuk kesediaan menerima kehadiran kami bertemu dengan Mananwir Beba. Karena kami baru tiba di Byak, maka pertemuan akan diatur di hari berikutnya.
Pada Rabu, 29 Juli 2026, setelah komunikasi internal ke dalam, bapak Manawir Beba Yan Pieter Yarangga bersedia menemui Tim Kerja. Kamipun bertemu dengan Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga di kediamannya, di Sumberker Samofa Byak.
Dalam pertemuan ini, kami meng-update seluruh rangkaian proses rekonsiliasi yang dimulai dari penjajakan awal dan 2 kali pertemuan Ring 2 DAP. Selanjunya Bapak Manawir Beba menanggapinya. Tanggapannya bahwa persatuan itu penting. Situasi saat ini, kita sedang dikepung; secara global dan regional pasifik. Kita harus bersatu. Respon positif beliau tersebut telah membuka pintu rekonsiliasi. Sehingga kami Tim Kerja tidak ragu-ragu dan langsung mengungkapkan rencana mempertemukan 2 Pimpinan DAP Kantor Ekspo dan Kantor Kampkey.
Terhadap rencana ini bapak Mananwir Beba langung respon; “Yang penting kita ketemu, bilang anak Domi datang ke sini”. Tidak panjang lebar dan bertele-tela, kami Tim Kerja langsung nyatakan “Siap Bapa Mananwir, kami akan komunikasikan ini ke Bapak Domi”. Pertemuan dengan Bapak Manawir Beba Yan Pieter Yarangga tidak berlansung lama, karena kondisi kesehatan beliau yang kurang kondusif. Kira-kira pertemuan tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit. Pertemuan ini dihadiri oleh Bapak Engel Dimara, Bapak Yohanes Ronsumbre, Christianus Dogopia (Sekretaris Tim Kerja) dan beberapa Mananwir serta anak-anak dan sanak-saudara dari Mananwir Beba.
Ujian Komitmen Rekonsiliasi: “Domi Tidak Datang…?” Selama 2 hari, Kamis – Jumat (30 – 31 Agustus 2026), kami membangun komunikasi, koordinasi dan konfirmasi kepada masing-masing pihak untuk mempersiapkan pertemuan puncak rekonsiliasi pimpinan Dewan Adat Papua (DAP).
Di pihak Mananwir Beba, mereka menunggu konfirmasi dari kami Tim tentang kepastian kedatangan bapak Dominikus Surabut. Setelah komunikasi dan koordinasi, Bapak Domin dan Bapak Willem Rumaseb akan tiba di Byak pada Sabtu, 01 Agustus 2026.
Tiket mereka sudah ada di tangan. Kepastian kedatangan ini kami komunikasikan kepada pihak Mananwir Beba, dalam hal ini kepada Bapak Yohanes dan Bapak Engel. Kemudian keduanya mengkomunikasikannya kepada Mananwir Beba. Dari koordinasi dan konfirmasi ini, maka disepakati bahwa pertemuan puncak rekonsiliasi akan berlangsung pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, di kediaman Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga. Sehingga kami mengaturnya, setelah Bapak Domin dan Willem tiba. Mereka akan beristirahat 2 jam, dan kemudian akan bertemu Mananwir Beba. Bagian ini kami sudah sudah mengaturnya. Di pihak Mananwir Beba, seluruh prosesi acara rekonsiliasi secara Adat Byak sudah dipersiapkan secara matang; baik itu ritual adatnya, acara makan bersama dan juga perlengkapan lainnya seperti tenda, meja dan kursi.
Kini tibalah saat yang dinantikan. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026 pagi hari, kami mendapatkan infomasi bahwa bapak Domi dan bapak Willem sedang dalam perjalanan menuju bandara. Kami di Byak sudah mempersiapkan teknis penjemputan beliau berdua dan juga penginapannya.
Di sini, bapak Yohanes Ronsumbre juga sudah mempersiapkan kendaraan untuk penjemputan. Tiba-tiba, berita buruk tiba. Bapak Dominikus Surabut dan bapak Willem Rumaseb tidak jadi datang. Mereka berdua batal berangkat ke Byak. Berita ini sungguh sangat dan amat mengecewakan semua pihak, sebab segala persiapan sudah dipersiapkan dengan amat baik.
Berita buruk ini seperti petir yang menyambar di siang bolong tanpa kabut dan tanpa hujan sekalipun. Kami, Tim Kerja kecewa bercampur gelisa dan berbagai macam asumsi negatif bermunculan. Sekarang, bagaimana caranya untuk menyampaikan kabar buruk ini ke pihak Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga melalui bapak Yohanes dan bapak Engel?.
Pertanyaan ini terus berkecamuk. Dengan rasa berat hati dan kecewa, biar bagaimanapun kami harus sampaikan. Terpaksa dengan beban pikiran yang berat, Tim Kerja kemudian menyampaikan berita buruk ini kepada pihak Mananwir Beba.
Berita buruk ini mengecewakan pihak Mananwir Beba, sebab seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang. Bila bapak Domin tidak datang maka semuanya mubazir. Seluruh proses rekonsiliasi yang panjang dan berliku-liku akhirnya hampa.
Dari komunikasi kepada pihak Mananwir Beba melalui bapak Yohanis, beliau mengungkapkan kekecewaan. Jujur, berita buruk ini menjadi pukulan telak bagi kami dan semua pihak. Tepat di sinilah Ujian Komitmen Rekonsiliasi.
Komitmen Rekonsiliasi Teruji
Sekarang apa yang mesti dilakukan? Apakah bubar begitu saja. Tidak!. Dengan berat hati dan beban pikiran, kami kemudian berusaha untuk mengkonfirmasikan ulang jadwal Puncak Rekonsiliasi Pimpinan DAP. Tawaran kami kepada pihak Mananwir Beba, bagimana jika diatur ke hari Minggu?. Ini pun mesti kami pastikan bahwa bapa Domin akan datang di hari Minggu. Bagian ini kami komunikasikan balik kepada pihak bapak Domin lagi. Dari hasil komunikasi di pihak bapak Domin, mereka akan tiba di hari Minggu. Maka setelah mendapatkan kepastian ini, kami koordinasikan ulang ke pihak Mananwir Beba. Puji Tuhan! Luar Biasa!. Pihak Mananwir bersedia Beba menerima kedatangan bapak Domi. Karena itu, kami pun mulai berkoordinasi terkait hari dan waktu pelaksanaan. Apakah hari Minggu tanggal 2 Agustus atau Senin 3 Agustus. Pertimbangan di hari Minggu tidak mungkin karena itu waktu untuk beribadah bagi umat Kristen. Lagi pula mayoritas di Byak beragama Kristen Protestan (GKI). Tetapi kalau-kalau tidak di hari Minggu, maka persiapan lain-lain akan mubazir, seperti makan bersama yang sudah disiapkan. Dan juga, bila ditunda ke hari Senin, nuansanya akan berbeda.
Kabar gembira berdatangan. Pihak Mananwir Beba setuju acara rekonsiliasi tetap dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Agustus, pukul 14.00 (jam 2 siang) setelah ibadah.
Berita gembira ini kemudian kami wartakan kepada pihak bapak Domin Surabut dan hasilnya beliau menyetujuinya. Di sinilah Komitmen Rekonsiliasi dari kedua belah pihak akhirnya teruji. Sehingga proses rekonsiliasi secara adat dapat berlangsung di Byak, pada 2 Agustus 2026. **




