I Nyoman Dwitana, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika membuka operasi Gerakan Pangan Murah dan antusias warga berbelanja Sembako, Rabu 11 Maret 2026. (Foto – Maria Goreti Barowati/papuaglobalnews.com).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kampung Mawokauw Jaya, Nawaripi dan sekitarnya di Distrik Wania, terutama umat Muslim, antusias membeli sembilan bahan pokok (sembako) dalam kegiatan Operasi Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu 11 Maret 2026.

Kegiatan GPM yang berlangsung di halaman Masjid Al-A’raaf sekitar pukul 09.00 WIT ini digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Bulog Timika dan para distributor.

 

Sejak pukul 07.00 WIT, warga yang mayoritas ibu-ibu sudah mulai berdatangan dan menunggu di halaman masjid. Bahkan, sebagian dari mereka rela berdiri sambil menggendong anak untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut dijual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, ikan, gula, cabai, wortel, kentang, tomat, bawang merah, bawang putih, tepung, serta minuman seperti Sprite dan Coca-Cola.

Selain itu, DKP juga menyediakan pangan lokal melalui Kios Pangan Keliling berupa ubi, keladi, petatas, sere, daun pepaya, kangkung, daun ubi, dan nanas.

 

Kepala DKP Mimika, Yulius Koga, melalui Sekretaris DKP Mimika, I Nyoman Dwitana, menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini merupakan yang kelima kalinya dilaksanakan selama bulan suci Ramadan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia mengatakan, pelaksanaan GPM di halaman masjid merupakan permintaan dari pengurus masjid, guna menjawab tingginya animo umat Muslim dalam berbelanja kebutuhan selama bulan puasa hingga menjelang hari raya.

“Kami pusatkan di halaman masjid supaya sasarannya tepat kepada umat Muslim yang sedang berpuasa. Kami berharap melalui program pangan murah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka,” jelas Nyoman.

Nyoman juga menyampaikan pada kegiatan GPM tersebut, DKP memaksimalkan penjualan pangan lokal hasil kebun mama-mama Papua. Hasil bumi tersebut dibeli oleh dinas dan dijual kembali melalui Kios Pangan Keliling dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia berharap masyarakat Mimika tidak hanya membeli sembako, tetapi juga mulai membiasakan diri mengonsumsi pangan lokal yang tidak kalah bergizi dengan bahan pangan lainnya.

“Sebagai masyarakat, kita harus mulai membiasakan mengonsumsi dan mencintai pangan lokal di rumah. Ini penting bagi anak-anak sebagai generasi masa depan agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras,” ujarnya.

Menurutnya, dengan mengonsumsi pangan lokal, masyarakat secara tidak langsung juga mendukung mama-mama Papua yang berprofesi sebagai petani agar semakin semangat berkebun dan menanam, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dari hasil kebun mereka.

Selain pangan lokal, pada operasi GPM kali ini juga disediakan satu truk ikan segar hasil kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

Melalui penyediaan ikan segar tersebut, pemerintah ingin mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sehat sekaligus membantu mengendalikan inflasi konsumsi daging.

“Masyarakat didorong untuk lebih banyak mengonsumsi ikan karena kandungan proteinnya tidak kalah dengan daging lainnya,” katanya.

Nyoman menambahkan, bagi masyarakat yang gemar kuliner, hidangan ikan bakar menjadi salah satu menu yang hampir selalu hadir dalam momen hari raya keagamaan.

“Rasanya kurang lengkap merayakan hari raya tanpa hidangan ikan bakar di atas meja,” tutupnya.

Perlu diketahuiuntuk operasi GPM keenam nantinya dilaksanakan di halaman Masjid Babusallam di Jalan KH. Dewantara pada tanggal 14 Maret 2026. **