Jayapura,papuaglobalnews.com – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Wilayah Papua dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) sepakat menjalin kerjasama dalam mendukung pembangunan masyarakat adat.

Kesepakatan ini ditandai kedatangan Natan Naftali Tebai, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bertemu dengan Direktur WALHI Papua, Maikel Peuki berlangsung di Kantor Walhi di Jayapura, Senin 10 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Natan  meminta dukungan pada sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik lokal maupun Nasional untuk bekerjasama terkait pendampingan, pelatihan dan pengembangan kapasitas lokus untuk masyarakat adat kepada sejumlah pihak terkait.

Kedatangan Natan Tebai di Kantor WALHI wilayah Papua selain menjalin kerjasama juga diisi dengan diskusi sejumlah hal terkait masyarakat adat, pembuatan peta parsitipatif, pemetaan wilayah, pendampingan program kongkrit dalam lembaga-lembaga masyarakat adat.

Bagi Natan masyarakat adat hidup diatas lahan adat “leluhur” namun memiliki kekayaan alam emas, uranium, nikel, batubara dan lainnya terancam menjadi daerah konflik bermuara pada  terjadinya pengungsian, penembakan, pembunuhan dan penyiksaan yang meninggalkan trauma yang dalam.

Menurutnya, sebelum itu terjadi masyarakat diajak untuk mengenali dirinya, asal usul, pembagian warisan batasan wilayah.

Niat baik untuk penyelamatan hak-hak masyarakat adat ikut disambut positif oleh Direktur WALHI Papua, Maikel (mus)  Peuki.

Kepada Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Dogiyai, Maikel membenarkan bahwa tanah masyarakat adat yang ada dalam isi perut bumi biasanya menjadi incaran investor sehingga perlu dicegah sedini mungkin.

Maikel menjelaskan WALHI punya program penguatan organisasi adat. Ini menjadi kesempatan emas untuk WALHI akan membangun kerja sama langsung dengan organisasi masyarakat adat yang ada di Dogiyai.

“Kerja kolaborasi antara WALHI dan Budpar dalam rangka mendukung program pembangunan masyarakat adat dengan Pemkab Dogiyai berbasis masyarakat adat,” pungkasnya. **