Timika,papuaglobalnews.com – Setelah menjalani masa tobat selama 40 hari, umat Nasrani memasuki Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Malam Paskah).
Perayaan Tri Hari Suci diawal Misa Kamis Putih hari ini, Kamis 17 April 2025. Kamis Putih merupakan perayaan mengenang kembali Yesus membasuh kaki 12 rasul dan perjamuan terakhir. Perayaan Paskah tahun ini dengan tema ‘Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga’.

Ustad H. Muhammad Amin, Ketua MUI Mimika menyampaikan selamat memasuki Hari Raya Paskah 2025 bagi seluruh umat Kristiani di Kabupaten Mimika.

Sebagai tokoh agama Muslim, bahwa semua umat beragama tanpa kecuali wajib menjaga suasana Kota Timika agar tercipta keamanan, kenyamanan serta kedamaian supaya betul-betul melahirkan rasa rukun, damai, toleransi antarumat beragama benar-benar tercermin dari Timur Indonesia, khususnya Mimika.

Paskah ini bukan hanya hari raya milik umat Kristiani tetapi menjadi hari raya semua umat beragama. Untuk itu, semua umat beriman wajib saling bersilaturahmi antarsesama umat Kristiani dengan Kristiani maupun dengan umat Muslim serta beragama lain.

Ia menekankan, melalui silaturahmi Mimika tercipta Eme Neme Yauware (Bersatu Bersaudara Kita Membangun) serta menjadi miniatur toleransi Nusantara dan perdamaian dunia.

“Kalau di Ambon dan Kupang-NTT ada gong perdamaian, tapi kita tidak perlu ada gong perdamaian. Tapi toleransi dan perdamaian kita di Mimika menggema seluruh Nusantara dan bunyi mendunia,” tuturnya.

Gabriel Ngga, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika menjelaskan mulai hari ini Kamis, umat Kristiani memasuki Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Paskah). Perayaan ini memperingati sengsara, wafat dan Kebangkitan Tuhan Kita Yesus Kristus.

Perayaan dimulai Kamis Putih mengenang kembali kisah soal perintah Yesus kepada para murid untuk saling mengasihi dan melayani ditandai pembasuhan kaki ke 12 murid. Tindakan Yesus ini sebagai bentuk wujud kerelaan, kerendahan hati penuh suka cita dalam melayani sesama tanpa perbedaan.

Lewat perintah Yesus ini kepada murid-murid-Nya, sebagai orang beriman harus menghayatinya sungguh-sungguh nilai saling mencintai, mengasihi selain terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain.

Ia memgharapkan semangat iman pada perayaan Kamis Putih ini mampu tumbuh sikap solidaritas, kekeluargaan, persaudaraan, bela rasa, saling mengasihi dan mencintai satu sama lain tanpa sekat, perbedaan dan makin setia melayani satu terhadap yang lain.

Momen pesta Paskah ini dengan situasi konflik di tanah Papua mengajarkan semua orang beriman untuk hentikan sikap saling bermusuhan, membenci dan membunuh satu terhadap yang lain karena persoalan ekonomi, kepentingan politik dan kekuasaan oknun-oknum tertentu.

Pater Gabriel berharap iman, kasih dan pengharapan yang diwariskan Yesus sang raja damai, harus sungguh-sungguh diresapi dalam hidup setiap hari. Untuk itu, penghayatan iman menjadi diatas segala-galanya dibandingkan hal-hal yang disebabkan oleh kepentingan ekonomi, politik dan kekuasaan semata yang membuat orang saling cemburu, bermusuhan dan konflik.

Pesan Pater Gabriel, iman harus mampu mengalahkan hal-hal buruk itu. Sebab, orang-orang yang tinggal di Papua ini adalah orang-orang yang mengimani Yesus sebagai pembawa damai, saling mengasihi, melayani dan dengan harapan bisa hidup dan mengalami kebahagiaan penuh suka cita.

Sementara Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau berharap seluruh masyarakat Mimika tanpa memandang suku, agama, budaya dan bahasa menjaga keamanan di daerah ini tetap kondusif. Ini bertujuan memberikan dukungan kepada umat Kristiani dalam merayakan Hari Raya Paskah dengan penuh damai serta suka cita.

Ia meyakini dengan daerah ini aman selain pelaksanaan perayaan Paskah berjalan lancar menjadi bagian penting mendukung pembangunan di Mimika kedepan semakin lebih baik.

“Mari kita jaga toleransi dan ciptakan keharmonisan supaya ikatan keluarga besar Kabupaten Mimika tetap terjaga baik,” ajaknya.

Ia menegaskan, sebagai masyarakat Mimika mempunyai kewajiban yang sama memelihara daerah ini selalu aman supaya melahirkan rasa damai dan harmonis bagi semua orang yang datang maupun tinggal di daerah ini.

Sementara Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M. Phill Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika mengajak kepada seluruh umat beragama di Mimika terus memelihara nilai-nilai kerukunan, toleransi agar terciptanya suasana harmonis, kondusif, aman dan damai selama Tri Hari Suci umat Kristiani menuju Mimika maju.

Jeffrey berharap pesan-pesan damai menyambut Tri Hari Suci Paskah terus disuarakan di setiap ruang publik agar menjangkau semua pihak.

Karena momen rahmat ini, mampu melahirkan sebuah paradigma membangun iman makin baik dengan sikap toleran menuju penghormatan kepada Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan Yang Maha Esa yang penuh kasih.

Lewat samangat kurban Yesus Kristus di kayu salib, wafat dan bangkit kembali dari antara orang mati membawa suatu harapan baru bagi umat manusia untuk semakin solider, saling mengasihi, memaafkan, mengampuni dan menerima perbedaan. Ini menjadi makna terbesar dalam perayaan Tri Hari Suci.

Kepada umat beragama ia mengajak bersama pemerintah, TNI-Polri tetap menjaga Mimika sebagai rumah bersama penuh damai menuju kesejahteraan. **