TPNPB Tuding Militer Indonesia Pasang Ranjau Bom di Gereja Sion Jaindapa
“Kami mengimbau kepada seluruh warga sipil di seluruh wilayah Intan Jaya agar berhati-hati ketika memasuki kampung-kampung, rumah-rumah, dan gereja-gereja setelah sebuah bom aktif dipasang oleh aparat militer Indonesia di sebuah gereja di Kampung Ndugisiga,” tulis Sebby.
Berkaitan dengan itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau seluruh pemimpin gereja, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, agar menyerukan penghentian teror bom terhadap bangunan gereja dan warga sipil di permukiman masyarakat.
Sebby menilai dugaan teror bom yang dilakukan aparat militer Indonesia terhadap gereja di Kampung Ndugisiga serta serangan bom terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni di Kampung Mbamogo merupakan tindakan terorisme yang harus dilawan oleh para pemimpin gereja di seluruh dunia. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan tindakan terorisme.
“Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera bertanggung jawab atas serangan bom terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni di Kampung Mbamogo pada 17 Mei 2026 dan teror bom di Kampung Ndugisiga serta serangkaian operasi militer yang memakan banyak korban jiwa sejak meningkatnya konflik bersenjata di Intan Jaya sejak tahun 2019 hingga sekarang,” tulis Sebby.
Selain itu, TPNPB juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah Internasional (PMI) untuk segera menangani krisis kemanusiaan di Tanah Papua akibat konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia yang, menurut TPNPB, telah berlangsung selama lebih dari 63 tahun.
TPNPB juga menyerukan kepada lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional serta PMI agar memberikan perhatian terhadap sekitar 107.039 warga sipil yang disebut mengungsi di berbagai daerah di Tanah Papua. Para pengungsi tersebut, menurut TPNPB, mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, dan pakaian layak pakai, sehingga angka kematian anak-anak, perempuan, dan lanjut usia di kamp-kamp pengungsian maupun di wilayah hutan terus meningkat.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum diperoleh klarifikasi resmi dari pihak terkait atas tudingan tersebut. **
















