Atas peristiwa tersebut, TPNPB menyatakan siap bertanggungjawab.

“Jika aparat mau cari kami, silahkan datang ke markas TPNPB di Tolikara,” tantang TPNPB.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau kepada seluruh warga imigran Indonesia dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia termasuk orang Papua agar kosongkan wilayah-wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua. Terlebih khususnya terhadap orang Papua yang sedang melakukan pembangunan jalan, jembatan, perumahan dan lainnya bersama pemerintah kolonialisme Indonesia.

“Mulai detik ini tinggalkan wilayah-wilayah operasi TPNPB sehingga anda tidak menjadi target penembakan. TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua berjuang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961 bukan pembangunan dan lain-lain,”  tegas TPNPB.

TPNPB juga mengancam pihak-pihak yang terlibat membantu pemerintah Indonesia dalam menjalankan pembangunan di Tanah Papua akan ditembak mati. **