Tolikara,papuaglobalnews.com – Kabar memilukan kembali datang dari Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Menurut Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB sesuai laporan resmi dari Mayor Botak Wanimbo dari medan perang di Kabupaten Tolikara bahwa pada Kamis, 20 Agustus 2026, pasukan TPNPB Kodap XXVII Yambi telah melakukan penyerangan dan penembakan terhadap sejumlah aparat dan agen intelijen militer Indonesia di Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara. Dalam aksi baku tembak itu mengakibatkan ada korban jiwa aparat militer Indonesia dan agen intelijen militer Indonesia mengalami luka-luka serta sejumlah unit truk mengalami bocor.

Informasi ini sesuai siaran pers ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dikeluarkan Sebby Sambom, Jubir TPNPB, Kamis, 20 Agustus 2026.

Mayor Botak Wanimbo juga menegaskan kepada seluruh warga imigran Indonesia, ASN, DPR, guru-guru dan tenaga kesehatan untuk hentikan aktivitasnya dari Kububelela hingga Yigonikme.

“Seluruh mobil, motor dan pesawat agar hentikan aktivitasnya di wilayah operasi TPNPB agar tidak menjadi target penembakan. Hal ini perlu kami sampaikan sesuai dengan Perintah Operasi (PO) yang dikeluarkan oleh Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Naaman Tabuni bersama Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen,” kata Mayor Botak dalam siaran pers tersebut.

TPNPB menegaskan bagi yang tidak indahkan peringatan tersebut jika dikemudian hari terjadinya penembakan terhadap agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, guru, tukang ojek dan sopir taksi maka jangan pernah salahkan TPNPB, karena himbauan ini sudah keluarkan.

Atas peristiwa tersebut, TPNPB menyatakan siap bertanggungjawab.

“Jika aparat mau cari kami, silahkan datang ke markas TPNPB di Tolikara,” tantang TPNPB.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau kepada seluruh warga imigran Indonesia dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia termasuk orang Papua agar kosongkan wilayah-wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua. Terlebih khususnya terhadap orang Papua yang sedang melakukan pembangunan jalan, jembatan, perumahan dan lainnya bersama pemerintah kolonialisme Indonesia.

“Mulai detik ini tinggalkan wilayah-wilayah operasi TPNPB sehingga anda tidak menjadi target penembakan. TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua berjuang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961 bukan pembangunan dan lain-lain,”  tegas TPNPB.

TPNPB juga mengancam pihak-pihak yang terlibat membantu pemerintah Indonesia dalam menjalankan pembangunan di Tanah Papua akan ditembak mati. **