Tiga Perguruan Tinggi Bersatu Hadirkan Air Bersih untuk Masyarakat Telaga Sari di Merauke
Menurutnya, sistem filtrasi ini menggunakan drum 110 liter dengan lapisan bahan penyaring yang mudah ditemukan, seperti kapas dan zeolit untuk menyaring kotoran kasar, pasir silika dan cangkang kerang untuk mengurangi lumpur dan logam berat, serta arang aktif untuk menjernihkan air dan menghilangkan bau.
Selain mudah diterapkan, teknologi ini juga ramah lingkungan dan ekonomis, sehingga cocok untuk wilayah dengan sumber daya terbatas.
Dampak Positif bagi Warga Perbatasan
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Desanesha Skema Bottom-Up Tahun 2025 Tahap III, yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa sebagai mitra lokal.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara ITB, UB, dan Unmus menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang sederhana dapat membawa perubahan besar bagi daerah terpencil seperti Telaga Sari.
“Melalui kerja sama lintas universitas ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi juga bisa langsung memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Miga. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















