Tahun 2025, Freeport Setor Sekitar Rp70 Triliun ke Negara, 40 Persen Karyawan OAP
Tembagapura,papuaglobalnews.com – Sepanjang tahun 2025, PT Freeport Indonesia telah m enyetor sekitar Rp70 triliun ke negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen dan penerimaan lainnya.
Hala ini disampaikan oleh Tony Wenas Presiden Direktur PTFI pada peringatan HUT PTFI ke-59 di Tembagapura, Rabu 8 April 2026.
Tony menegaskan, PTFI terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan.
Komitmen ini berjalan seiring dengan kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan orang asli Papua.
“Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat, seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Selain itu, juga secara konsisten menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Tony.
Untuk diketahui, saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden, dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40-50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun ini, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan.
Tony menegaskan bahwa PTFI terus memperkuat aspek keselamatan dalam pemulihan operasional tambang bawah tanah, serta menambah personel keamanan di area Grasberg untuk memastikan produksi yang aman dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan safe, secured and sustainable production, sehingga manfaat sebesar-besarnya dapat terus dirasakan oleh bangsa dan negara, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” kata Tony. **


























