Sementara Yahya Pagesa, Sekretaris Distrik Kwamki Narama menganjurkan DLH turun survey di wilayah Distrik Kwamki Narama untuk mengetahui titik-titik mana saja sebelum menempatkan bank sampah sesuai jumlah kampung.

Dalam pengelolaannya bekerjasama dengan para kepala kampung dan lurah dengan melibatkan warga setempat, dalam  hal ini pemuda gereja dan masyarakat lainnya untuk mengurangi pengangguran. Dengan melibatkan masyarakat lokal setempat mereka lebih merasa diperhatikan, memiliki dan bertanggungjawab dalam menjaga keselamatan fasilitas.

Bonifasius Saleo, Plt. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menganjurkan kepada DLH untuk menyiapkan bank sampah di setiap kelurahan agar warga tidak membuang di marka jalan.

Selain itu, Bonifasius mengusulkan DLH menyiapkan mobil tanki untuk menyemprot sisa limbah-limbah sampah setelah diangkat petugas kebersihan di lokasi dengan zat pembunuh kuman supaya aroma bau busuk hilang.

Rina Wasareak, Plt. Sekretaris Bapenda Mimika mengusulkan untuk menekan dan mengurangi sampah plastik perlu mengingatkan kepada pelaku usaha tidak lagi menyiapkan kresek dalam setiap transaksi pada saat berbelanja. Masyarakat pada saat berbelanja baik di supermarket atau pasar membawa sendiri tas noken atau tempat penyimpan barang bukan plastik yang dianggap aman dari rumah.

Sementara perwakilan Bagian Hukum Setda Mimika mengusulkan dalam penanganan sampah pemerintah telah memiliki Perda Sampah sehingga perlu ditegakan. Kepada DLH, ia berharap lebih gencar sosialisasi berkaitan dengan pembatasan penggunaan barang plastik. **