Selama Empat Bulan 2026, Realisasi Pendapatan Daerah Mimika Mencapai Rp2 Triliun Lebih
Dwi mengungkapkan, salah satu kendala utama yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah saat ini adalah musibah longsor di area kerja PT Freeport Indonesia.
Menurutnya, dampak longsor tersebut menyebabkan penerimaan dari 2,5 persen keuntungan bersih Freeport mengalami penurunan. Dari target Rp1,8 triliun, yang masuk baru sekitar Rp1,2 triliun sehingga terjadi kekurangan sekitar Rp600 miliar.
“Atas kekurangan ini, dalam laporan evaluasi dan monitoring bersama Bupati Mimika sudah disampaikan agar kita selalu waspada dengan kondisi APBD Mimika tahun 2026. Karena itu dalam APBD Perubahan nanti perlu sangat hati-hati memasukan program dan kegiatan yang benar-benar penting atau prioritas,” ujarnya.
Namun demikian, Dwi mengakui kekurangan tersebut masih dapat ditutupi melalui sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2025.
“Untuk besaran Silpa ini masih menunggu hasil audit BPK. Setelah ada hasilnya baru dirilis berapa Silpa per 31 Desember 2025 yang dapat digunakan tahun ini untuk menutupi kekurangan Rp600 miliar ini,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, Dwi mengakui upaya Bapenda untuk menutupi kekurangan melalui sektor PAD masih sangat sulit, meskipun berbagai terobosan terus dilakukan karena kontribusi PAD masih relatif kecil. **








