Timika,papuaglobalnews.com  – Menyambut peringatan Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada 25 April 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika dengan menggandeng berbagai pihak akan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan kesehatan dan edukasi pra-peringatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga edukasi dan aksi lingkungan sebagai upaya bersama dalam mencegah dan mengendalikan malaria di Kabupaten Mimika,” tulis Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan  Mimika Linus Dumatubun dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Jumat 17 April 2026.

Linus menyebutkan memaknai peringatan tersebut terdapat tiga agenda utama yang akan dilaksanakan, yaitu:

1. Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pelayanan kesehatan gratis akan dilaksanakan di Sentra Pendidikan pada tanggal 21, 25 dan 27 April 2026.

Kegiatan ini melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Timika Jaya dengan dukungan panitia, sebagai upaya deteksi dini penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

2.Mass Blood Survey (MBS) dan Edukasi Kesehatan Remaja.

Kegiatan ini sesuai jadwal dilaksanakan pada tanggal 25 April 2026, akan dilaksanakan di Sekolah Taruna Papua.

Kegiatan ini meliputi pemeriksaan darah untuk deteksi malaria secara dini, pemberian vitamin bagi remaja putri, serta penyuluhan tentang vektor malaria dan stunting.

Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Puskesmas Wania bersama Penanggungjawab (PJ) Puskesmas dan panitia.

3. Aksi Kebersihan Lingkungan

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kegiatan kebersihan lingkungan akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026 di wilayah Nawaripi.

Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan, Sanghati, serta dukungan IRS (Indoor Residual Spraying), guna menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sarang nyamuk penyebab malaria.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Puskesmas Wania dan Puskesmas Timika Jaya, CHD-Environmental PTFI, Wahana Visi Indonesia, UNICEF, Perhimpunan Dokter Parasitologi Indonesia (Perdaki), YPKMP, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Ia berharap agar seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk fasilitas kesehatan dan institusi pendidikan.

“Kami juga menghimbau agar klinik, rumah sakit dan sekolah turut berpartisipasi dengan memasang spanduk bertema malaria sebagai bentuk kampanye bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat,” harapnya.

Sebagai puncak kegiatan, panitia merencanakan acara utama akan dilaksanakan pada 8 Mei 2026, yang diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan bersama-sama bergerak menuju Mimika yang bebas malaria,” pungkasnya. **