Ia juga mengajak generasi milenial Papua untuk terus bergandengan tangan bersama Dewan Adat Papua dalam menjaga serta memproteksi tanah adat dan menangkal berbagai isu yang dinilai dapat merugikan Papua.

“Masing-masing dipesan jaga dusun, jaga tanahnya sesuai hak ulayat adatnya. Karena tanah dan bumi adalah ibu yang memberikan kita makan, minum sebagai tempat kita berpijak sehingga perlu dijunjung,” katanya.

Marianus menegaskan dari Teluk Wondama lahir semangat peradaban Papua menuju Papua yang lebih baik, dengan Mimika tetap berada dalam wilayah adat Bomberay.

Ia juga menyampaikan pembukaan dan penutupan rapat pleno tersebut dilakukan oleh Bupati Teluk Wondama Elysa Auri yang dihadiri Anthonius Alex Marani Wakil Bupati Teluk Wondama serta Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor. **