Ia juga mengajak generasi milenial Papua untuk terus bergandengan tangan bersama Dewan Adat Papua dalam menjaga serta memproteksi tanah adat dan menangkal berbagai isu yang dinilai dapat merugikan Papua.

“Masing-masing dipesan jaga dusun, jaga tanahnya sesuai hak ulayat adatnya. Karena tanah dan bumi adalah ibu yang memberikan kita makan, minum sebagai tempat kita berpijak sehingga perlu dijunjung,” katanya.

Marianus menegaskan dari Teluk Wondama lahir semangat peradaban Papua menuju Papua yang lebih baik, dengan Mimika tetap berada dalam wilayah adat Bomberay.

Ia juga menyampaikan pembukaan dan penutupan rapat pleno tersebut dilakukan oleh Bupati Teluk Wondama Elysa Auri yang dihadiri Anthonius Alex Marani Wakil Bupati Teluk Wondama serta Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.