Peserta Pesparani II Duta Iman Membawa Wajah Gereja Bersuka Cita
Sementara peserta yang belum memperoleh juara, ia berpesan tidak berkecil hati karena telah menjadi yang terbaik untuk semua.
Ia berharap setelah pesta ini berakhir, peserta tetap membawa pulang semangat Pesparani di paroki dan Komunitas Umat Basis (KUB)nya masing-masing.
“Mari kita terus membangun gereja yang hidup, gereja yang bersuara dan gereja yang menjadi terang untuk masyarakat Papua Tengah,” ajaknya.
Diakhir membacakan sambutan Gubernur Meki, Marthen Ukago mengungkapkan suara yang ditampilkan oleh peserta dari masing-masing mengibaratkan sebuah pohon yang kokoh dan bagi pemenang melambangkan bunga yang mekar siap dijual ke tingkat nasional. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












