Selain itu ditemukan pula perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lainnya.

Sementara itu, kejadian kedua di Kampung Jigiunggi. Aparat TNI menerima laporan dari Kepala Kampung Venius Walia mengenai satu warganya seorang anak meninggal dunia dengan luka tembak. Merespons itu, TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

“TNI menegaskan bahwa tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi, saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, serta kedua peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan,” tegas Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna.

Ia menegaskan TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas. **(Sumber Koops TNI Habema)