Pemkam Nawaripi Audiensi dengan BRIDA Mimika
“Riset ini menjadi yang pertama dan diharapkan menjadi contoh bagi kampung-kampung lainnya. Kampung Nawaripi dapat mengajak kampung lain agar program yang menelan anggaran besar diawali dengan riset. Dengan riset, kita dapat mengetahui keunggulan maupun kekurangan dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengatakan Kampung Nawaripi memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, di antaranya wisata rohani Gua Maria Paieve di Mile 21, wisata air berupa kolam dayung tradisional, serta kolam ikan yang selama ini memberikan pemasukan bagi kampung.
Menurutnya, untuk mengoptimalkan berbagai potensi tersebut diperlukan riset yang melibatkan perguruan tinggi dan BRIDA. Melalui riset, dapat diukur sejauh mana program-program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Riset harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pengelolaan lokasi, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, hingga pengetahuan pengelola mengenai dunia pariwisata,” ujarnya.
Selain sektor pariwisata, Norman juga menyampaikan Kampung Nawaripi memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Merah Putih. Sesuai rencana, lembaga tersebut akan dikembangkan dengan menghadirkan sembilan hingga dua belas unit pelatihan.
Saat ini, program pelatihan yang telah berjalan meliputi bidang pengelasan, otomotif, dan meubel. Untuk mengembangkan seluruh jenjang pelatihan yang direncanakan, diperlukan riset yang dilakukan bersama BRIDA dan perguruan tinggi.
Norman juga mengungkapkan salah satu kendala krusial di lapangan masih terdapat banyak anak usia sekolah di Kampung Nawaripi yang memilih putus sekolah (drop out). Untuk menjawab persoalan tersebut, diperlukan riset atau studi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kampung maupun Pemerintah Kabupaten Mimika.
Pada kesempatan tersebut, Norman mengusulkan agar setiap program besar yang akan dikerjakan pemerintah daerah, kampung, maupun kelurahan diawali dengan riset atau studi yang komprehensif. Hasil studi tersebut nantinya menjadi dasar dan pedoman dalam pelaksanaan program pembangunan.
Sebagai Ketua APDESI Cabang Timika, Norman juga berkomitmen menyampaikan kepada seluruh kepala kampung dan aparat kampung agar dapat menghasilkan berbagai karya inovasi yang nantinya dapat dilaporkan dan dikembangkan bersama BRIDA Kabupaten Mimika. **

















