Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Kampung (Pemkam) Nawaripi, Distrik Wania, melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika di Kantor BRIDA SP3, Rabu 24 Juni 2026.

Kedatangan Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, disambut oleh Sekretaris BRIDA Mimika, Darius Sabon Rain, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Inovasi, Yosep Manggasa.

Darius menuturkan bahwa sejak BRIDA Kabupaten Mimika terbentuk beberapa bulan lalu, Pemerintah Kampung Nawaripi menjadi pemerintah kampung pertama yang datang melakukan audiensi.

“Badan ini memang baru terbentuk di Kabupaten Mimika. Namun bidang atau subbidang yang menangani riset dan inovasi sebenarnya sudah lama ada di Bappeda. Termasuk program dan anggaran yang saat ini dijalankan masih merupakan usulan dari Bappeda sebelumnya,” jelas Darius.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika itu menegaskan BRIDA, sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), bertanggungjawab menjalankan program riset dan inovasi di daerah, baik pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), distrik, kelurahan, maupun kampung.

Dalam melaksanakan program riset dan inovasi, BRIDA terus menggalakkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Mimika. Kerja sama tersebut telah dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani pada peluncuran Mimika Innovation Week 2026 di Gedung Eme Neme Yauware oleh Bupati Mimika pada 9 Juni 2026.

“Perguruan tinggi di Timika sudah memiliki banyak dosen bergelar doktor. Kami berharap mereka dapat terlibat dalam berbagai kegiatan riset. Dari sisi kemampuan, perguruan tinggi di Timika memiliki kualitas yang mumpuni,” kata Darius.

Ia juga berjanji akan mengusulkan anggaran pada APBD Perubahan 2026 untuk mendukung kegiatan riset dengan melibatkan perguruan tinggi.

Menurut Darius, program riset yang akan dimulai di Kampung Nawaripi diharapkan menjadi contoh bagi 132 kampung dan kelurahan di Kabupaten Mimika agar setiap program pembangunan diawali dengan perencanaan yang matang melalui riset atau studi.

“Riset ini menjadi yang pertama dan diharapkan menjadi contoh bagi kampung-kampung lainnya. Kampung Nawaripi dapat mengajak kampung lain agar program yang menelan anggaran besar diawali dengan riset. Dengan riset, kita dapat mengetahui keunggulan maupun kekurangan dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengatakan Kampung Nawaripi memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, di antaranya wisata rohani Gua Maria Paieve di Mile 21, wisata air berupa kolam dayung tradisional, serta kolam ikan yang selama ini memberikan pemasukan bagi kampung.

Menurutnya, untuk mengoptimalkan berbagai potensi tersebut diperlukan riset yang melibatkan perguruan tinggi dan BRIDA. Melalui riset, dapat diukur sejauh mana program-program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Riset harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pengelolaan lokasi, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, hingga pengetahuan pengelola mengenai dunia pariwisata,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Norman juga menyampaikan Kampung Nawaripi memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Merah Putih. Sesuai rencana, lembaga tersebut akan dikembangkan dengan menghadirkan sembilan hingga dua belas unit pelatihan.

Saat ini, program pelatihan yang telah berjalan meliputi bidang pengelasan, otomotif, dan meubel. Untuk mengembangkan seluruh jenjang pelatihan yang direncanakan, diperlukan riset yang dilakukan bersama BRIDA dan perguruan tinggi.

Norman juga mengungkapkan salah satu kendala krusial di lapangan masih terdapat banyak anak usia sekolah di Kampung Nawaripi yang memilih putus sekolah (drop out). Untuk menjawab persoalan tersebut, diperlukan riset atau studi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kampung maupun Pemerintah Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan tersebut, Norman mengusulkan agar setiap program besar yang akan dikerjakan pemerintah daerah, kampung, maupun kelurahan diawali dengan riset atau studi yang komprehensif. Hasil studi tersebut nantinya menjadi dasar dan pedoman dalam pelaksanaan program pembangunan.

Sebagai Ketua APDESI Cabang Timika, Norman juga berkomitmen menyampaikan kepada seluruh kepala kampung dan aparat kampung agar dapat menghasilkan berbagai karya inovasi yang nantinya dapat dilaporkan dan dikembangkan bersama BRIDA Kabupaten Mimika. **